Terjawab Teka Teki Yang Mengakibatkan Seluruh Keluarga di Blitar Tewas Mengenaskan

  • Whatsapp

Blitar, Infobanua.co.id – Polisi berhasil mengungkap fakta baru, terkait kematian tragis satu keluarga di Desa Sumberjo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.

Korban Suyani (56) Jum’at sekitar pukul 10.00 WIB ditemukan meninggal gantung diri di kamarnya. Sementara kedua anaknya Nada (21) perempuan dan Samuel Ardian (9) laki-laki juga ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di kamarnya.

Informasi yang diterima awak media, dari kepolisian, diketahui bahwa, Suyani memiliki riwayat sakit dan sempat dirawat di rumah sakit.

Kapolres Blitar, AKBP Leonard M Sinambela, mengatakan bahwa, menurut keterangan saksi, selain riwayat sakit sang ayah juga memiliki riwayat gangguan psikologis. Hal ini diketahui karena korban sempat menjalani konsultasi ke phsikolog.

“Belum ada informasi yang menyebutkan korban memiliki musuh. Namun dari saksi diperoleh keterangan jika Suyani ini sempat konsultasi ke phsikolog. Nanti kami akan cek rekam medisnya,” kata Kapolres Blitar, AKBP Leonard M Sinambela, Minggu 31-01-2021.

Menurut Leonard, bahwa Polisi juga menemukan fakta lain yang diperoleh dari keterangan saudara korban. Saudara korban menyampaikan jika Suyani pernah bercerita bahwa dirinya akan segera meninggal. Suyani juga sempat menitipkan anak-anaknya kepada saudaranya jika suatu saat ia meninggal.

“Suyani pernah bilang ke saudaranya, bahwa dia akan segera meninggal, ini disampaikan korban sebulan yang lalu. Dia bilang jika nanti meninggal akan menitipkan kedua anaknya,” jlentrehnya.

Masih menurut Leobard, tidak disangka jika pernyataan Suyani itu serius. Saat itu saudaranya hanya menyarankan agar Suyani rajin ke Gereja untuk beribadah dan ucapannya dianggap nglantur,” ungkapnya.

Sementara keterangan yang diperoleh dari Kepala Desa Sumberjo, Tugas Miguno, mengatakan bahwa, Suyani dikenal sebagai sosok pendiam namun ramah kepada tetangganya.

Tapi belakangan pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu mengalami rasa ketakutan yang berlebihan.

“Orangnya pendiam namun ramah. Belakangan ada tetangga dekatnya yang meninggal akibat gantung diri dan korban merasa ketakutan,” pungkas Tugas Miguno. (Eko.B).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *