Data KPM Di Soal ,”Warga katagori Tidak Mampu Di Pamoyanan Dambakan Bansos”

Ela Nurlaila (37) salah seorang warga Kampung Mesjid Kaum, Kelurahan Pamoyanan mendambakan Bansos

Cianjur- Beberapa warga yang terbilang katagori tidak mampu di Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, tidak menerima program bantuan sosial (Bansos).

Seperti Ela Nurlaela (37) warga Kampung Mesjid Kaum RT 3/2, Kelurahan Pamoyanan mengakui, belum pernah menerima bantuan BPNT hingga saat ini.

“Dulu sekitar delapan bulan kebelakang pernah didata dan dijanjikan untuk mendapatkan bansos tapi sampai sekarang tidak ada progresnya”,ucap Ela saat ditemui di kediamannya,Senin (01/02/2021).

Ela mengatakan sampai saat ini masih mengharapkan, dan sangat mendambakan program dari pemerintah melalui Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)

Dia menuturkan, keinginan sih dapat bantuan uang tunai langsung. Karena punya anak yang masih sekolah, tapi kalau dapat apa saja tidak apa-apa, asal dapat bantuan.

” Mau bantuan PKH atau BPNT engga apa apa asalkan dapat bantuan saja kang,” harapnya.

Sementara, Enur (40) warga lainnya membenarkan, bantuan pemerintah melalui program BPNT itu sekitar Rp200 ribu per bulan untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Nah, dulu Rp150 ribu per orang (KPM). Ada kenaikan sekitar Rp50 ribu. Itu berupa fisik (sembako),” katanya.

Sementara, data warga yang tidak menerima BPNT terhitung delapan bulan hingga satu tahun setelah didata tersebut masing-masing diantaranya Mutmainah (50) warga Kampung Selakopi RT 3/14, Ayi Hasanah (37) warga Kampung Kaum Tengah RT 2/2.

Kemudian, Ela Nurlaila (37) warga Kampung Mesjid RT 3/2, Nunung Hana A (43) warga Kampung Kaum Kaler RT 2/1, Turiah (68) warga Kampung Baru RT 2/20, Rukmini (60) warga Kampung Selakopi RT 2/14, dan terakhir Asep Jenal Arifin (36) masih warga Kelurahan Pamoyanan.

Enur menuturkan, ini hanya kritik membangun, dan tidak ada niatan apapun. Kalau yang mengeluhkan tak menerima ada sekitar tujuh orang,” tambahnya.

“Dua orang ada hak waris, masing-masing yaitu Turiah kini diterima Warto (53), dan Rukmini diterima sama Jenal Abidin (52),” ujarnya.

Enur berharap, ada bantuan dan bisa diperjuangkan ,peduli kepada warga tak mampu. Selama ini warga tidak menerima kartu combo, yang merupakan bukti penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Intinya warga sangat mendambakan bantuan tersebut,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas (Kadis) Sosial Kabupaten Cianjur, Dindin Amaludin menyatakan, silahkan untuk warga memang betul tidak pernah mendapat bantuan sosial (Bansos) untuk datang ke masing-masing kelurahan/ desa setempat.

“Itu silahkan didata dulu, untuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” katanya.

Dia menjelaskan, data tersebut biasa disebut BDT adalah database yang berisi data kesejahteraan sosial berbagai macam kriteria, masing-masing individu dan rumah tangga.

“Setelah ada di kecamatan, pasti nanti diserahkan ke kami. Nah, kemudian Dinas Sosial (Dinsos) bisanya tiga bulan sekali mengajukan laporan,” terang dia.

Sekdis Dinsos Cianjur menambahkan, seperti halnya orang sakit tidak berobat ke dokter. Mau menerima obat gimana, daftar juga belum.

“Jadi silahkan datang dulu ke masing-masing desa atau kelurahan, sudah terdata apa belumnya,” pungkasnya saat dihubungi langsung melalui via WhatsApp.

Hasbi (Abie)