Diawali Pejabat dan Tokoh Publik, Vaksinasi Covid-19 Digelar Serentak di Kabupaten Tabalong

  • Whatsapp

TANJUNG- Pencanangan vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Kabupaten Tabalong, dilaksanakan di Puskesmas Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Senin (1/2/2021) pagi.

Penyuntikan vaksin sinovac di Puskesmas Mabuun ini menandai dimulainya secara serentak vaksinasi covid-19 di Tabalong untuk tahap pertama.

Prosesi pencanangan dibuka langsung Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani dengan dihadiri Wabup Tabalong H Mawardi dan pejabat lainnya.

Dalam pencanangan ini, proses pemberian vaksin diawali terhadap 10 orang perwakilan pejabat dan tokoh publik.

Diantaranya, kepala dinas kesehatan, perwakilan DPRD, kapolres, dandim, ketua PN, tokoh agama dan dari beberapa organisasi di Tabalong.

Setelah itu barulah pemberian vaksin covid-19 dilanjutkan untuk tenaga kesehatan (nakes).

Sedangkan untuk bupati dan wakil bupati tak bisa ikut divaksin sekarang dengan vaksin sinovac karena batas usia yang tidak memenuhi syarat.

Vaksin sinovac sesuai ketentuan hanya bisa diberikan bagi yang berusia antara 18-59 tahun, sementara bupati dan wakil bupati usianya lebih dari 59 tahun.

Direncanakan bupati dan wakil bupati akan mengikuti vaksinasi pada Maret atau April nanti dengan menggunakan vaksin covid 19 jenis Pfrizer.

Soalnya, vaksin covid 19 Pfrizer inilah yang bisa diberikan bagi penerima yang usianya di atas 59 tahun.

Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani, menyampaikan, sejak awal dirinya sudah siap untuk menjalani vaksin covid 19.

“Sebetulnya siap saja hari ini tapi karena persyaratan, jadi saya, wabup, ketua DPRD tidak dilakukan vaksin pada hari ini. Insya Allah dilakukan nanti bulan Maret April 2021,” katanya.

Dari informasi yang diterima, imbuh bupati, semula memang kegiatan vaksin ini hanya untuk warga berusia 18-59 tahun.

Tetapi ada kebijakan baru yang menyatakan kegiatan vaksin ini juga berlaku untuk usia 60 tahun ke atas dengan jenis vaksin berbeda, bukan sinovac China tetapi Pfrizer Jerman.

Sementara itu dengan adanya vaksinasi ini yang mulai dilakukan di Tabalong, menurut bupati, ini merupakan sebuah langkah maju dalam upaya menekan penyebaran covid 19 di Bumi Sarabakawa.

Untuk itu dirinya menegaskan sangat mendukung pelaksanaan vaksinasi covid 19 yang menjadi program nasional ini.

“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini menjadi ikhtiar yang luar biasa dalam menekan bahkan menghilangkan penyebaran virus corona di Kabupaten Tabalong,” ucapnya.

Terpisa, Kepala Dinas Kesehatan Tabalong, Taufiqurrahman Hamdie, berdasarkan update hingga 30 Januari 2021, tenaga kesehatan di Tabalong yang berhak mendapatkan vaksin covid 19 sebanyak 1.786 orang.

“Tersebar pada dinas kesehatan, instalasi farmasi, puskesmas dan klinik,”katanya.

Jumlah tersebut kemungkinan bertambah karena masih ada beberapa klinik di Tabalong yang masih dalam proses input data ke Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan.

Sedangkan untuk jumlah tenaga penyuntik vaksin atau vaksinator di Tabalong ada 756 orang terdiri dari dokter, bidan dan perawat.

Dari total itu ada 33 orang yang sudah mendapat pelatihan dari Kemenkes untuk menjadi vaksinator covid 19.

Sementara terkait menjadi orang pertama yang divaksin saat pencanangan, Taufik mengakui, tidak ada persiapan khusus yang dilakukannya.

“Saya biasa saja karena saya ingin memberikan motivasi kepada seluruhnya, tidak ada keraguan sedikit pun bagi saya untuk menerima vaksin,” ucapnya.

Dirinya tak ragu karena dengan mendapatkan vaksin covid 19 Sinovac ini imunitas akan lebih dibandingkan belum mendapatkan vaksin.

Hanya saja ditegaskannya dengan sudah mendapat vaksin ini jangan sampai membuat kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan menjadi berkurang.

Sumber: banjarmasin.tribunnews.comĀ 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *