Dirikan Bangunan Di Jalan Madio Santoso, Kota Medan Diduga Melanggar Izin Yang Diberlakukan

  • Whatsapp

Medan, infobanua.co.id – Berdirinya Bangunan di Kota Medan banyak menjemur melanggar Izin yang diberlakukan. Hal ini tampak dari bangunan yang telah didirikan berlokasi di Jalan Madio Santoso, Kelurahan Pulo Brayan I, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, diduga dengan sengaja menutupi Plank Surat Izin Membangun Bangunan (SIMB), agar tidak diketahui bahwa jumlah bangunan yang didirikan telah melebihi Izin Pendirian yang diberikan oleh Pemerintah Daerah.

Pantauan dilapangan diduga ada total Puluhan Bangunan yang telah berdiri tidak sesuai dengan Jumlah SIMB yang diterbitkan oleh Pemko Medan melalui Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Penataan Ruang (Perkim).

Seperti diketahui Penerbitan SIMB merupakan Salah Satu Sumber Pendapatan Asli Daerah ( PAD) Kota Medan, akan tetapi amat disayangkan diduga ada tindakan yang menyimpang atau “Kongkalikong” antara Petugas Dinas Perizinan dengan Pemilik Pendiri Bangunan dalam menerbitkan Surat Izin yang diduga ada Unsur Korupsi maupun Suap.

Bisa dibayangkan Izin yang diterbitkan diduga hanya 17 Bangunan yang diberi izin untuk didirikan, sementara Jumlah Bangunan yang telah berdiri yang dilakukan Pemilik atau Pengusaha Bangunan mencapai 28 Bangunan. Diduga Pemilik Bangunan telah melakukan pelanggaran dan pencurian PAD Kota Medan Puluhan Juta Rupiah, atas kelebihan bangunan yang didirikan.

Dari tindakan yang dilakukan oleh Pemilik Pendirian Bangunan, bila hal tersebut dibiarkan berlarut-larut, maka Kerugian Negara, khususnya Pemko Medan diduga akan mencapai Milyaran Rupiah Setiap Tahunnya, yang diduga dilakukan oleh “Orang Dalam” dalam hal ini Dinas Perizinan bersama Mafia Pemilik Pediri Bangunan.

Menurut Keterangan Salah Satu Warga yang tidak ingin disebut identitasnya mengeluhkan sikap Pemko Medan, dalam hal ini Dinas Perizinan yang terkesan lemah, terkesan ada pembiaran yang berkepanjangan, tanpa dalam pengawasan, akhirnya berdiri Bangunan Liar yang diduga tentunya tidak memiliki SIMB.

“Jumlah SIMB yang diterbitkan tidak sama dengan Jumlah Bangunan yang Dibangun bang, makanya wajar saja, Plank SIMBnya sengaja ditutup supaya Petugas tidak tahu jumlah SIMBnya,” sebut Adi, Warga yang berdomisili di Jalan Madiosantoso kepada awak media, Minggu (02/02/2021).

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Darwin yang diduga Marketing Bangunan mengatakan, bahwa hal tersebut Pihaknya tidak tahu menahu terkait Soal Jumlah Izin Bangunan yang dia jual.

“Saya ga urus masalah bangunan tuh, tanyakan pada si Arfin saja, Saya hanya jualan saja,” kata Darwin seraya tidak peduli dengan Jumlah Izin Bangunan yang dia jual.

Pemilik Bangunan, Darwin ini, diduga melakukan unsur kesegajaan melepaskan tanggung jawab, soal keabsahan Izin Bangunan dengan mendalihkan kepada seseorang, bahwa soal kepengurusan Izin Pendirian Bangunan Tersebut, bukan Pemilik Bangunan yang melakukannya , tetapi dilakukan oleh Arifin, yang menguruskan keseluruhan Izin Pendirian Bangunan yang didirikannya.

Pernyataan Si Pemilik Bangun itu sangat lah rancu, dan tidak berdasar. Ada Pembohongan Publik dilakukan oleh Si Pemilik Bangunan. Si Pemilik Bangunan tidak menyadari apa yang telah diungkapkannya, dan tentu perbuatannya telah membohongi publik.

(William/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *