Masa Pergantian Sekda Kota Depok Sudah Sesuai Mekanisme

  • Whatsapp

Depok, infobanua.co.id – Jabatan Fungsional Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Depok yang bebepa hari sempat Kosong akhir nya terisi. Wali Kota Depok Mohammad Idris menunjuk Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial Setda Kota Depok, Sri Utomo sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Depok.

“Pak Wali menandatangani SK untuk Pj Sekda setelah diparaf oleh Sekda sebelumnya yakni Pak Hardiono akhir pekan kemarin. Sudah resmi Pak Sri Utomo sebagai Pj Sekda Pemkot Depok,” ujar H Supian Suri, Kepala BKPSDM Pemkot Depok, Melaui Pesan Singkat nya Kamis (04/02/21)

Supian menambahkan, jabatan Sri Utomo berlaku mulai SK ditandatangani hingga adanya Sekda devinitif atau maksimal tiga bulan di dalam SK tersebut.

“Jika sebelum tiga bulan itu sudah ada Sekda devinitif, maka akan diisi langsung. Tapi kalau tiga bulan belum ada, kemungkinan akan diperpanjang SK nya,” paparnya.

Supian juga menjelaskan, Pemerintah Kota Depok telah melakukan mekanisme dan etika yang benar dalam pergantian Sekda oleh Pj.

“Saat kami mau menyerahkan SK Pensiun Pak Hardiono, memang beliau minta ketemuan di luar bukan di rumah atau di kantor, ini masalah persepsi saja,” jelasnya.

Sebelum menyerahkan SK Pensiun tersebut, sambungnya, pihaknya telah berkomunikasi dengan Hardiono terkait teknis penyerahan SK.

“Kami sudah coba agendakan terkait tempat dan waktunya, namun memang waktunya yang enggak ketemu, padahal kami sudah menyiapkan waktu dari Kamis sore dan Jumat pagi agar SK Pensiun itu diserahkan langsung oleh Pak Wali, sekaligus penyerahan SK Pj untuk Pak Sri Utomo. Tapi memang enggak ketemu waktunya dengan Pak Hardiono,” ungkapnya.

Pernyataan Supian tersebut sekaligus untuk menepis berita miring yang seolah-olah penyerahan SK untuk Hardiono tidak dilakukan sesuai mekanisme.

“Kami rencanakan penyerahan SK Pensiun Pak Hardiono dan SK Pj Sekda Pak Sri Utomo sebenarnya berbarengan. Masa jabatan Pak Hardiono berakhir per tanggal 31 Januari 2021 Karena Sabtu dan Minggu libur, maka kami mau serahkan di hari Jumat, namun saat itu SK Pj Sekda belum diparaf oleh Pak Hardiono,” terangnya.

Melihat kondisinya seperti itu, akhirnya penyerahan SK Pensiun Hardiono dan SK Pj Sekda Sri Utomo tidak dilakukan secara simbolis.

“Setelah SK Pj Sekda diparaf Pak Hardiono, akhirnya SK diserahkah senin (01/02) ke Pak Sri Utomo berbarengan dengan penyerahan SK Pensiun ke beberapa ASN di Pemkot Depok. Ketika SK Pensiun Pak Hardiono kami mau serahkan, beliau meminta ketemuan di luar. Bukan kami tidak menghargai Pak Hardiono, tapi memang itu keinginan beliau,” Jelas nya .

Wahyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *