Operasi Pasar Gas LPG 3 Kg Untuk Korban Banjir Sungai Tabuk

  • Whatsapp

Martapura, infobanua.co.id – untuk membantu atasi kelangkaan Gas LPG 3 Kg Korem 101 Antasari bersama PT Borneo Anugrah Insanindo gelar operasi pasar LPG 3 Kg untuk masyarakat korban banjir di Desa Paku Alam, Kecamatan Sungai Tabuk, Rabu (3/1/2021).

Salah satu kecamatan yang paling parah diterjang bencana banjir adalah Kecamatan Sungai Tabuk. Di daerah ini lebih 10 ribu warganya menjadi korban banjir dan sebagian diantaranya mengungsi.

Bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan sudah berlangsung lebih dari 1 bulan. Perekonomian masyarakat yang terdampak banjir ini menjadi lumpuh dan banyak mendapat perhatian serta bantuan, baik dari Pemerintah Daerah dan Pusat, hingga masyarakat.

Akibat bencana banjir di Kalimantan Selatan berdampak terhadap perekonomian masyarakat, terutama bagi kelas menengah ke bawah. Hal ini bisa dicermati dari distribusi penyaluran gas elpiji, baik yg bersubsidi (PSO) maupun yg tidak bersubsidi (Non PSO). Data Depot Mini di Kalsel menunjukkan, distribusi LPG sebelum banjir pada bulan Desember 2020 sebanyak 946 Skidtank atau setara 12.327.170 Kg turun menjadi 740 Skidtank atau 9.646.050 Kg pada bulan Januari 2021. Penurunan tersebut bukan disebabkan stock qouta dari Pertamina berkurang, melainkan terkendala banyaknya infrastruktur jalan dan jembatan yg putus sehingga berakibat mobil Skidtank gas dan tanki minyak tidak bisa menuju Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) utk gas dan SPBU utk minyak.

CEO PT Pertamina Retail dan Ekskutif GM Pertamina Kalimantan turun langsung ke Kalimantan Selatan untuk mengatasi kesemrawutan langkanya minyak dan gas dengan mengerahkan LCT melalui jalur sungai agar kelangkaan tsb bisa diminimalisir. Para agen LPG 3 kg pun mengerahkan kelotok-kelotok menyelusuri sungai-sungai mendistribusikan LPG 3 kg ke desa-desa yg terkendala yg biasanya dengan truk lewat jalur darat seperti kerjasama TNI dengan PT Borneo Anugrah Insanindo (BAI) sebagai Agen LPG 3 Kg di Kabupaten Banjar yg paling parah Terdampak banjir.

Syaifullah Tamliha selaku pemilik PT BAI mengakui telah menginstruksikan agar jajaran Direksi untukk melayani masyarakat yg terdampak banjir, termasuk pendistribusian lewat sungai-sungai.

Untuk membantu ketersediaan Gas LPG 3 Kg tersebut Korem 101 Antasari bekerja sama dengan PT Borneo Anugrah Insanindo menggelar operasi pasar. Salah satu lokasi operasi pasar di Desa Paku Alam, Kecamatan Sungai Tabuk.

Syaifullah Tamliha yang juga merupakan Anggota DPRRI Dari daerah Pemilihan Provinsi Kalimantan Seoatan I mengatakan, bahwa Ia bersama Korem 101 Antasari bekerja sama untuk membantu masyarakat korban banjir untuk ketersediaan Gas LPG 3 Kg. Karena sulit akses melalui jalur darat, maka pihaknya menyalurkan gas untuk masyarakat miskin tersebut melalui jalur Sungai Martapura.

Walau banjir belum sepenuhnya surut, namun sebagian warganya yang mengungsi sudah pulang ke rumah. Namun, para korban banjir ini kesulitan mendapatkan Gas LPG 3 Kg akibat terjadinya kelangkaan akibat terbatas pasokan.

“Sebagai pemilik perusahaan tentu saya menginstruksikan kepada Direktur PT Borneo Anugrah Insanindo harus peduli kepada kepentingan masyarakat yang terisolasi banjir. Salah satu lokasi operasi pasar di Desa Paku Alam kecamatan Sei Tabuk, Kabupaten Banjar”,kata Legislator PPP tersebut.

Syaifullah Tamliha yang juga Ketua DPP PPP ini berharap, melalui operasi pasar yang pihaknya lakukan bersama Korem 101 Antasari dapat membantu para korban banjir.

“Paling tidak Gas LPG 3 Kg hasil operasi pasar bisa bermanfaat bagi para korban banjir untuk memasok kebutuhan pokoknya antara 5 sampai 10 hari ke depan,” pungkas Anggota Komisi I DPR ini.

indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *