PPKM Akan Berakhir, Tapi Kondisi Kab.Blitar Masih Membahayakan

  • Whatsapp
Juru Bicara covid-19, Kabupaten Blitar, Krisna Yekti.

Blitar, Infobanua.co.id – Meski kurang empat hari lagi, tepatnya Senin 08 Pebruari 2021, Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jilid dua di Kabupaten Blitar akan berakhir. Tapi dari hasil evaluasi, kondisi kasus positif covid-19 di Kabupaten Blitar masih sangat membahayakan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, melalui Juru Bicara Tim Satgas Penanganan covid-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti, mengatakan bahwa, status Kabupaten Blitar memang sudah turun dari Zona Merah, ke Zona Orange.

“Meski di Zona Orange tapi orangenya masih tipis. Hasil evaluasi masih membahayakan,” kata Juru Bicara Tim Satgas Penanganan covid-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti, Kamis 04-02-2021.

Menurut Krisna, bahwa turunnya status dari Zona Merah ke Zona Orange, karena dipengaruhi oleh faktor teknis, yaitu tutupnya layanan PCR pada hari Minggu.

“Penurunannya karena pelaksanaan PCR pada hari Minggu tutup,” jlentrehnya.

Masih menurut Krisna, penurunan status juga dipengaruhi oleh angka kasus yang dalam 02 sampai 03 hari ini, memang berkurang. Dan sekitar tiga hari lalu, ada tambahan 28 kasus positif. Kemudian hari berikutnya turun menjadi 18 kasus dan naik lagi 20 kasus.

“Sedang hari ini tambahannya lebih besar, lagi sebab ada 70 kasus dari kluster Pondok Pesantren,” ungkapnya.

Selanjutnya Krisna menerangkan bahwa, sekarang Satgas sedang melakukan screening terhadap 110 warga Pondok Pesantren di wilayah Kecamatan Selopuro.

Semuanya menjalani rapid test antigen. Dan hasilnya, ada 70 orang yang terkonfirmasi positif covid-19. Mereka yang positif, terdiri dari Santri dan pengurus Pondok Pesantren.

Dan sebagian besar merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) dengan kehilangan daya penciuman.

“Saat ini sudah dilakukan test PCR, namun hasilnya belum keluar,” papar Krisna.

Lebih dalam Krisna menjelaskan untuk memutus rantai penyebaran covid-19, semua yang terkonfirmasi positif, langsung diisolasi di dalam lingkungan Pondok Pesantren. Sedang santri yang dipastikan negatif, langsung dipulangkan ke rumah masing masing.

“Semua yang negatif langsung dipulangkan,” pungkasnya.

Disinggung tentang kegiatan vaksin, Krisna mengatakan jika sementara untuk kegiatan vaksinasi tahap pertama khusus Tenaga Kesehatan (Nakes), sampai saat kini masih berjalan sekitar 75,8 porsen.

Dari 2.850 Nakes yang menjadi sasaran vaksinasi tahap pertama, ada ratusan Nakes yang tidak bisa divaksin. Hal itu disebabkan karena mereka memiliki komorbit (penyakit penyerta), menyusui, hamil dan sebagainya.

Tapi secara umum, vaksinasi tahap pertama berjalan dengan lancar. Sedang penyuntikan kedua, akan dilakukan pada Sabtu 13 Pebruari 2021 mendatang. (Eko.B) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *