Balita Yang Hilang Terseret Arus Parit Ditemukan Tewas di Sungai Lekso, Kab.Blitar

Jasad Korban ditemukan di aliran Sungai Lekso, Kecamatan Wlingi, Jum'at 05-02-2021, pukul 11.30 WIB.

Blitar,Infobanua.co.id – Balita tiga tahun yang dilaporkan hilang terseret arus parit akhirnya ditemukan. Tubuh anak asal Gresik itu ditemukan tewas mengambang sejauh 11 Km dari lokasi dilaporkan hilang.

Proses pencarian dilakukan selama 16 jam. Akhirnya jasad Muhammad Muharrom ditemukan warga yang sedang mancing di aliran Sungai Lekso, Kecamatan Wlingi, Jum’at 05-02-2021 siang tadi.

Staff Pusdalops BPBD Kabupaten Blitar, Lukman Rubai, mengatakan bahwa Muhammad Muharrom (03) laki-laki warga Kabupaten Gresik, diketahui hilang setelah pada Rabu sore terseret arus air di saluran irigasi saat berada di Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

“Disaat tim melakukan pencarian di Dam Tejo hingga Kromasan, Jum’at 05 Januari 2021 sekitar pukul 11.30 WIB ada seorang warga yang menemukan jasad di pinggiran Sungai Lekso, Kelurahan Beru, Kecamatan Wlingi,” kata Staff Pusdalops BPBD Kabupaten Blitar, Lukman Rubai.

Menurut Lukman, saat itu, ada warga yang hendak memancing disekitar lokasi, dan melihat jasad tersebut. Selanjutnya tim langsung melakukan pengecekan dilokasi penemuan jasad yang diduga jasad Muharrom balita yang hanyut disebuah parit pada Rabu sore lalu.

Telah diberitakan sebelumnya bahwa, Muhammad Muharrom (03), anak laki-laki warga Kabupaten Gresik diketahui hilang, setelah pada Rabu sore terseret arus air di saluran irigasi saat berada di rumah temannya di Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

Sedang saat itu, saksi Kasturi ayah korban bersama istrinya dan dua anaknya termasuk korban sedang berkunjung kerumah Dwi warga Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

Sekitat pukul 16.00 WIB, korban dan kakaknya bermain dihalaman rumah dimana saat itu kondisi hujan lebat dan arus parit irigasi yang ada didepan rumah saksi Dwi sangat deras.

Beberapa saat kemudian, kakak korban masuk kedalam rumah, sementara korban berada diluar. Kemudian setelah kakak korban kembali korban sudah tidak ada dihalaman rumah. Kemudian Agung kakak korban memberitahu kepada kedua orangtuanya. (Eko.B)