Pelanggan PDAM Suruhwadang Blitar, Hearing Dengan DPRD Tentang Naiknya Tarif Progresif

  • Whatsapp
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Blitar, Idris Marbawi.

Blitar, Infobanua.co.id – Sejumlah pelanggan Perusahasn Daerah Air Minum (PDAM) Desa Suruhwadang, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, menyampaikan keluhannya terkait naiknya tarif progresif PDAM kepada DPRD Kabupaten Blitar.

Keluhan mereka ditampung dalam sebuah hearing yang digelar Komisi II DPRD Kabupaten Blitar di ruang rapat kerja DPRD Kabupaten Blitar, jalan Kota Baru, Kanigoro, Jum’at 05-02-2021.

Hearing dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Blitar, Idris Marbawi beserta jajarannya, disamping dihadiri oleh sejumlah pelanggan PDAM juga dihadiri Direktur PDAM Kabupaten Blitar, Yoyok Widoyoko beserta Kabag Perekonomian, Setda Kabupaten Blitar, Heru Pujiono.

Perwakilan pelanggan PDAM Suruhwadang, Rofi Yasifun mengatakan bahwa, mereka mengeluh setelah mendapatkan Surat Edaran kenaikan tarif progresif, karena pihaknya merasa keberatan dengan kenaikan tersebut.

“Menurut kami kenaikannya tidak masuk akal, karena kenaikannya diatas 100 porsen,” kata Perwakilan pelanggan PDAM Suruhwadang, Rofi Yasifun , kepada beberapa awak media usai hearing.

Menurut Rofi Yasifun, bahwa saat dia mengecek tagihan pada awal bulan ini, kenaikannya antara 90 sampai 104 porsen.

Dengan kenaikan tersebut, akan mempengaruhi roda perekenomian bisa terganggu. Karena pelanggan PDAM di Desa Suruhwadang mayoritas adalah pelanggan rumah tangga yang ada kegiatan Peternakan yang berbasis UMKM.

“Dalam moment ini kami menyampaikan terima kasih kepada Komisi II DPRD Kabupaten Blitar atas fasilitasnya untuk bisa berkomunikasi dengan Direktur PDAM, sehingga menjembatani keluhan kami,” jlentrehnya.

Sementara Direktur PDAM Kabupaten Blitar, Yoyok Widoyoko, mengatakan bahwa, PDAM di Desa Suruhwadang sebenarnya turun tarif, dari 6.000 flat kemudian ditarifkan progresif menjadi 4.880, dan untuk kegiatan sosial yakni 3.200.

“Dari awal kami sepakat, jika tarif bisa turun tetapi dengan perimbangan subsidi silang yang mampu menanggung yang tidak mampu,” ungkapnya.

Selanjutnya Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Blitar, Idris Marbawi, mengatakan bahwa, dalam hearing ini sudah ada kesepakatan antara warga dengan Direktur PDAM dan Bagian Perekonomian.

“Muaranya adalah sepakat untuk meninjau kembali soal tarif dasar PDAM progresif,” kata Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Blitar, Idris Marbawi.

Menurut Idris, disamping itu juga diatur dalam Peraturan Bupati disana ada kategori tarif kesepakatan.

Pihaknya dengan instansi terkait juga sepakat untuk berdiskusi kembali untuk menentukan kebijakan soal perubahan tarif progresif PDAM yang ada di Desa Suruhwadang tersebut.

“Tadi, Bagian Perekonomian sepakat sebelum Senin 15 Pebruari 2021 akan ada pertemuan semua pihak untuk menentukan celah-celah perubahan dan keberatannya,” pungkasnya. (Eko.B) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *