Pupuk Bersubsidi Langka Di Kabupaten Simalungun, Petani Mengeluh Kondisi Hasil Panen Pertaniannya

  • Whatsapp

 

Simalungun, infobanua.co.id – Pupuk Bersubsidi mulai terlihat langka diperjualbelikan di Kabupaten Simalungun, sehingga Petani mengeluh karena hasil panen yang dihasilkan mengalami penurunan. Keluhan yang dirasakan saat ini akan keberadaan Produksi Pupuk Bersubsi di Kecamatan Raya Kahean tampak sangat berpengaruh dengan hasil pertanian yang diperoleh Para Petani.

“Ditahun sebelumnya, Pupuk Bersubsidi tersebut produksinya sulit didapatkan dari Toko Pengecer, dengan berdalih bahwa Produk Pupuk Bersubsidi tersebut selalu dinyatakan Para Pengusaha Pemilik Toko Pengecer, selalu disebutkan produk pupuk tersebut kosong tidak ada terlihat barangnya untuk diperjualbelikan, di Kabupaten Simalungun,” sebutnya.

Demikian keterangan beberapa Petani yang mengeluh di Toko Pengecer, dikarenakan tidak menemukan Pupuk Bersubsidi yang sangat mereka butuhkan untuk mereka pergunakan guna kebutuhan pertanian mereka, agar hasil panen mereka semakin baik dan meningkat, khususnya bagi Para Petani dari Kecamatan Raya Kahean, Kamis (04/02/2021).

Padahal berdasarkan Data yang dihimpun pada tahun ini, Kabupaten Simalungun memperoleh alokasi Pupuk Bersubsidi, seperti Urea, Sebanyak 16.385 Ton , SP, Sebanyak 36.3.990 Ton, ZA, Sebanyak 1.022 Ton, NPK Phonska, Sebanyak 12.350 ton.

Alokasi Pupuk Bersubsidi ini yang diterima Kabupaten Simalungun berdasarkan keputusan kepada Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultur Provinsi SUMUT, No : 512.3/024/SAPRA, Tanggal 5 januari 2021, tentang Alokasi Pupuk Subsidi untuk Sektor Pertanian di Provinsi SUMUT anggaran tahun 2021.

Pupuk Subsidi tersebut didistribusikan oleh Distributor kepada 285 Pengecer yang memiliki Kelompok Tani Binaan yang dibagi oleh Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPD), dan Penyuluh Pertanian lapangan ( PDL) yang tersebar di 32 Kecamatan di Kabupaten Simalungun.

Menurut Keterangan Seseorang Warga di Kecamatan Raya Kahean mengatakan,”Produksi Pupuk Bersubsidi bukan tahun ini saja langka bang , sebelum tahun ini juga demikian, padahal di Raya kahean ada 5 Kios Pengecer Pupuk Bersubsidi, tetapi masih saja sulit untuk memperolehnya atau ada dugaan Pupuk tersebut ditumpuk kepada Seseorang pengusaha sehingga masa tahap distribusinya tetap saja tak ada alias kosong, ketika disinggung ke Kios Pengecer pun tetap saja beralasan belum didistribusikan dari Dinas, demikian keterangan Seorang Warga yang tak mau disebut namanya.

(AG-William/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *