Tahun Baru Implek 2572/2021 Masehi, di Kota Blitar Tanpa Kirap Barongsai dan Liong

  • Whatsapp
Klenteng Poo An Kiong, jalan Merdeka Barat, Kota Blitar.

Blitar, Infobanua.co.id – Meski masih beberapa hari lagi, namun suasana Tahun Baru Imlek 2572 / 2021 Masehi, sudah mulai terasa di Kota Blitar, tetapi nuansanya berbeda, karena masih dalam pandemi covid-19.

Klenteng Poo An Kiong, jalan Merdeka Barat, Kota Blitar, telah mulai melakukan persiapan pelaksanaan ibadah menyambut Imlek dengan sederhana dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Pengurus Klenteng Poo An Kiong, Kota Blitar, Daniel, mengatakan bahwa, meski masih dalam pandemi covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar tidak melarang warga Tionghoa yang hendak beribadah di Klenteng.

Syaratnya warga dan Klenteng diminta untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Di samping itu Klenteng juga diminta untuk membatasi jumlah warga yang beribadah.

“Peserta sembahyang kami batasi. Pembatasan ini seperti anjuran dari Satgas Penanganan covid-19. Dimana kapasitas hanya 30 sampai 50 porsen. Sedang untuk warga yang lain biasanya sembahyang pribadi, datangnya secara pribadi, mereka sesuaikan jamnya sehingga tidak bergerombol dengan orang banyak,” kata pengurus Klenteng Poo An Kiong Kota Blitar, Daniel, kepada awak media, Jum’at 05-02-2021.

Menurut Daniel, secara garis besarnya pada tahun ini di tengah pandemi covid-19 perayaan Imlek di Klenteng Poo An Kiong Kota Blitar tetap seperti tahun-tahun sebelumnya. Sedang yang membedakan tahun ini tidak ada acara Hiburan, Barongsai dan Liong, kirab serta Tjap Go Mek.

Adapun acara inti dari perayaan Imlek yang tetap diselenggarakan di Klenteng Poo An Kiong yakni sembahyang menghantarkan Kiem Sien atau Patung Dewa ke Nirwana, memandikan Kiem Sien atau Patung Dewa, sembahyang menyambut Tahun Baru Imlek, sembahyang menyambut Kiem Sien turun ke bumi, sembahyang kepada Tuhan yang Maha Esa atau King Thi Kong, dan sembahyang Tjap Go Mek sebagai penutup.

“Yang ditiadakan hanya acara Hiburan saja. Lainya tetap ada, sembahyang tetap ada,” jlentrehnya.

Selanjutnya Daniel menerangkan bahwa, Tahun Baru Imlek ini banyak harapan dari warga Tionghoa di Kota Blitar. Harapan itu di antaranya agar pandemi covid-19 segera berakhir dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat bisa lebih baik.

“Tahun ini termasuk Shio Kerbau. Kerbau itu punya sifat pekerja keras. Harapan kami supaya rejeki kita tidak berhenti, giat terus walaupun ada pandemi. Kerjaan lancar tidak terhalang covid-19. Dan tentunya pandemi covid-19 ini bisa segera berakhir,” pungkasnya. (Eko.B) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *