Banjir Kota Blitar, Karena Kiriman Air Dari Kabupaten Blitar

  • Whatsapp
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Blitar, Dindin Alinurdin.

Blitar, Infobanua.co.id – Intensitas hujan yang tinggi, membuat Kota Blitar dikepung banjir. Seperti banjir yang terjadi di Kota Blitar pada Kamis 04 Pebruari 2021 kemarin, disebut paling parah selama musim hujan ini. Dimana genangan air terjadi hampir merata di wilayah Kota Blitar.

“Banjir kali ini paling parah selama musim hujan. Karena cuaca tahun ini juga ekstrim dibanding pada tahun lalu,” kata Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Blitar, Dindin Alinurdin, kepada awak media, Minggu, 07-02-2021.

Menurut Dindin, bahwa pihaknya sudah mengecek keseluruh lokasi yang terdampak banjir di wilayah Kota Blitar.

“Salah satu faktor penyebab banjir di Kota Blitar, adalah kiriman air dari wilayah Utara atau dari Kabupaten Blitar,”.jlentrehnya.

Sehingga hujan deras yang terjadi di wilayah Kabupaten Blitar juga membuat debit air sungai di Kota Blitar naik. Sehingga air sungai meluap ke saluran kecil di wilayah Kota Blitar. Dan akibatnya, saluran di Kota Blitar tidak menampung air hujan sehingga meluap ke ruas jalan dan pemukiman warga.

“Walaupun Kota Blitar tidak hujan, jika wilayah Utara hujan deras, wilayah Kota akan tetap banjir karena dapat kiriman air dari wilayah utara,” jlentrehnya.

Masih menurut Didin, selain kiriman air dari wilayah utara, penyebab lain banjir di Kota Blitar, karena sampah dan sedimen di sungai.

Untuk itu, pihaknya segera membersihkan seluruh saluran air dan melakukan normalisasi sungai khususnya di pintu air Bangsongan, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.

“Kami juga akan mengoptimalkan pengendalian pintu air untuk mengantisipasi kiriman air dari wilayah utara,” ungkapnya.

Lebih lanjut Didin menerangkan bahwa, banjir juga merusak talud dan dinding saluran di sejumlah titik di wilayah Kota Blitar.

Kerusakan talud yang paling parah berada di Sungai Bendu, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan. Talud di Sungai Bendu longsor diterjang derasnya arus sungai.

“Yang lain termasuk rusak ringan dan segera kami perbaiki menggunakan anggaran pemeliharaan. Tapi khusus anggaran perbaikan talud di Sungai Bendu masih kami usulkan ke Pemerintah Kota, karena biayanya besar,” papar Didin.

Selain itu hujan deras juga membuat satu bangunan rumah warga di jalan Arjuna, Kelurahan Kepanjenlor, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, ambruk.

Untuk perbaikan satu rumah warga yang ambruk akan ditangani oleh Dinas Perumahan Rakyat.

“Untuk rumah rusak akan ditangani Dinas Perumahan Rakyat. Kami belum tahu jenis bantuan yang diberikan berupa uang atau langsung direhab,” pungkasnya. (Eko.B) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *