Diduga Proyek Bermasalah Ketua AJV Dan IWO Barut, Titip Kembali Amplop Kompirmasi Di Polres Barut

  • Whatsapp

Muara Teweh, infobanua.co.id – (6/2/2021) Terselenggaranya kegiatan pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik adalah tujuan pemerintah. Salah satu pembangunan infrastruktur yang sangat mendasar dan dibutuhkan adalah pembangunan infrastruktur jalan tentu termasuk didalamnya kegiatan pemeliharaan.

Pembangunan infrastruktur jalan, dalam hal ini pembanguan pengerjaan proyek saluran air pada bahu jalan negara yang berlokasi di jalan negara Muara Teweh-Benangin, terkesan asal jadi dan mendapatkan keuntungan besar tanpa memperdulikan kualitas pekerjaan dan bangunan.

Terlihat jelas pemasangan batu dengan batu tidak memakai semen dan pasir. Terlihat hanya tumpukan atau susunan batu, setelahnya ditutup dengan semen/pasir.

Terkait pengerjaan proyek saluran air yang mana menurut informasi yang didapat media ini bahwa pengerjaan tersebut dibawah instansi PU Binamarga atau PUPR Provinsi (tidak ada Informasi yang jelas-red) dan media ini telah mengkonfirmasi langsung kepada oknum yang disebut salah seorang staf yang berada dikantor yang berara di Jingah, penanggung jawab proyek, kemudian penanggung jawab kegiatan menyarankan media ini untuk konfirmasi langsung dengan S.

Lewat WhatsApp S mengatakan “Makasih infonya pak kami mau marahi itu yg kerja kami TDK memberikan ijin pekerjaan seperti ini pak”

Sangat jelas bahwa sesuai isi WhatsApp M bahwa pengerjaan yang memakai uang negara dari hasil pajak rakyat tersebut diduga bermasalah.

Berhubung media ini belum mengetahui detail proyek tersebut, untuk maksud konfirmasi, junalis yg bergabung dalam IWO Barut diminta oleh Bung Harianja untuk menemui S di kantornya, yang disebut sebut di berada di Jingah, Kec. Teweh Baru. Barito Utara.

Akan tetapi setelah dua wartawan yang menemui M bertemu di warung makan, Mansuri langsung memberikan Amplop yang diduga berisi sejumlah uang.

Atas dasar itulah, IWO Barut Dan AJV Barut mengembalikan Amplop tersebut ke Polres Barito Utara.

Bung Harianja, Ketua AJV Barito Utara menyampaikan ke media ini bahwa sangat tidak etis bila jurnalis yang melakukan konfirmasi terkait pengerjaan proyek pemerintah, lalu pihak pengelola memberikan amplop.

“Sangat tidak etis dan tak elok. Maksud wartawan menjalankan tugas jurnalis untuk konfirmasi langsung kepada penanggung jawab kegiatan proyek pemerintah, lalu pihak pengelola memberikan amplop. Sebelum amplop sampai dikantor IWO Barut, melalui WhatsApp, kami sudah meminta kepemberi agar amplop dikembalikan, tetapi pemberi tidak merespon permintaan kami, maka kami titip atau kembalikan melalui Polres Barito Utara” terang Bung Harianja menyayangkan perilaku pemberian tidak.wajar tersebut.

“Ini tendensius, bisa disebut suap atau gratifikasi” pungkas Bung Harianja.

Hison Ketua IWO Barito Utara juga merasa gerah atas sikap pengelola proyek yang memberikan amplop yang diduga didalamnya berisi sejumlah uang

“Saya kecewa atas perilaku M yang memberikan amplop kepada Wartawan saat melakukan konfirmasi” Kata Hison geram.

“Yang diminta wartawan penjelasan detail dari pengerjaan proyek pemerintah. Tidak ada tugas pengelola proyek memberikan uang operasional kepada wartawan. Maka kami putuskan untuk menitipkan, mengembalikan Amplop tersebut ke Pak Kapolres” terang Hison sembari menambahkan agar amplop tersebut dapat kembali ke pemerintah.

Apakah itu melanggar hukum?

Bung Harianja menjawab singkat

” Itu ranah penegak hukum” jawab Bung Harianja singkat.

“Kepada pihak terkait agar memeriksa proyek Saluran Air/parit jalan negara tersebut”pungkas Hison (Peli/Hatri)

Sumber Berita suaraborneo.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *