Selama PPKM Diterapkan di Kota Blitar, Ribuan Pelanggar Protkes Ditindak

  • Whatsapp
Plt Kasatpol-PP Kota Blitar, Hadi Maskun.

Blitar, Infobanua.co.id – Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid I dan jilid II di Kota Blitar, Satgas covid-19 Kota Blitar berhasil menjaring 2.184 orang pelanggar Protokol Kesehatan (Protkes) pencegahan penyebaran covid-19.

Para pelanggar tersebut mendapat sanksi teguran lisan, teguran tertulis, kerja sosial, dan denda. Sedang para pelanggar protokol kesehatan ada yang perseorangan dan ada juga pelaku usaha.

Plt Kepala Satpol PP Kota Blitar, Hadi Maskun, mengatakan bahwa, para pelanggar protokol kesehatan itu terjaring operasi yustisi yang digelar petugas gabungan dari Polri, TNI, dan Satpol PP selama PPKM.

“Pelaksanaan PPKM jilid I dan jilid II di Kota Blitar mulai 13 Januari 2021 sampai dengan 08 Pebruari 2021,”.kata Plt Kepala Satpol PP Kota Blitar, Hadi Maskun, kepada awak media, Minggu 07-02-2021.

Menurut Hadi Maskun, bahwa petugas gabungan melakukan operasi yustisi sehari tiga kali selama PPKM ini, dengan sasaran para pengendara motor, fasilitas umum, tempat usaha, pasar tradisional dan perkantoran.

“Senin besuk 08-02-2021 merupakan hari terakhir pelaksanaan PPKM. Kami menunggu kebijakan dari pimpinan terkait pelaksanaan PPKM,” jlentrehnya.

Selanjutnya Hadi Maskun menerangkan bahwa, dari jumlah 2.184 orang pelanggar tersebut paling banyak mendapat sanksi teguran lisan sebanyak 1.200 orang.

Pelanggar yang mendapat sanksi teguran tertulis ada 720 orang dan sanksi denda sebanyak 200 orang, serta pelanggar yang mendapat sanksi kerja sosial sebanyak 24 orang.

“Para pelanggar ini ada yang perseorangan dan ada juga yang merupakan pelaku usaha,” ungkapnya.

Masih menurut Hadi Maskun, pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan perorangan rata-rata tidak memakai masker.

Sedang pelanggaran yang dilakukan di tempat usaha kebanyakan tidak menerapkan physical distancing.

“Namun sampai saat ini, belum ada tempat usaha yang dicabut ijin usahanya karena melanggar protokol kesehatan. Rata-rata diberi sanksi teguran lisan dan denda,” paparnya.

Selanjutnya Hadi Maskun menerangkan bahwa, petugas gabungan tetap akan melakukan operasi yustisi untuk mendisiplinkan warga masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Karena penerapan protokol kesehatan secara ketat menjadi salah satu upaya untuk memutus rantai penyebaran covid-19.

“Sebab selama PPKM, kami masih menemukan banyak warga masyarakat yang tidak disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.(Eko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *