Antisipasi Banjir Kota Blitar, DPRD Minta Eksekutif Segera Normalisasi Saluran

  • Whatsapp
Banjir di jalan Mastrip, Senin 08-02-2021 siang.

Blitar, Infobanua.co.id – Dari pantauan Komisi III, DPRD Kota Blitar, ada lima titik saluran air baik drainase maupun irigasi yang perlu segera dinormalisasi, untuk mengantisipasi banjir di ruas jalan protokol setiap hujan deras yang mengguyur Kota Blitar.

Untuk itu Komisi III DPRD Kota Blitar, minta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar segera melakukan normalisasi sejumlah saluran air guna mengantisipasi banjir di musim penghujan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar, Totok Sugiarto, mengatakan bahwa, lima titik saluran air itu harus segera dinormalisasi karena menyebabkan banjir saat terjadi hujan deras.

“Hasil pantauan kami, kejadian banjir beberapa hari lalu akibat luapan air di lima titik saluran air,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar, Totok Sugiarto, Senin 08-02-2021.

Menurut Totok, bahwa kelima titik saluran air yang perlu segera dinormalisasi, yakni aliran sungai di Kelurahan Tanjungsari, Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo dan aliran sungai di Kelurahan Tanggung, Kelurahan Bendo, Lingkungan Dawuhan serta Pasar Dimoro.

Kemudian aliran sungai di Jatimalang, Dam Sentul, Meduran, Mentaraman, Sumberbentis, Kelurahan Karangsari, Kelurahan Tlumpu dan Kelurahan Rembang.

“Aliran sungai di Jatimalang sampai Rembang ini salah satunya yang menyebabkan banjir di kawasan jalan Mastrip dan jalan Merdeka,” jlentrehnya.

Masih menurut Totok, bahwa titik saluran lain yang perlu segera dinormalisasi, yaitu aliran sungai Jatimalang ditunjang dari Sumber Jurangsembot dan Sendang menuju Sungai Urug-urug.

Dan yang terakhir, aliran sungai Gedog yang terdiri atas aliran sungai Gedog I, Plered, Gebang dan Karanglo.

Kemudian aliran sungai Gedog II, Bendil, Sananwetan, Karanglo menyatu dengan aliran sungai Gedog I menuju ke Karangtengah, dan Klampok. Dan aliran sungai Gedog III, Ngegong, Ngrebo, Sananwetan ke Desa Kuningan, Kabupaten Blitar.

“Kelima titik saluran itu harus jadi prioritas normalisasi oleh Pemkot Blitar,” tegasnya.

Selanjutnya Totok meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Blitar, agar memiliki standard dalam pelaksanaan pemeliharaan maupun normalisasi saluran air baik drainase maupun irigasi.

“Sehingga dasar penganggaran pemeliharaan saluran baik irigasi maupun drainase tidak lagi didasarkan ketersediaan anggaran atau mumpung ada anggaran,” pungkasnya.

Untuk diketahui bahwa, dampak hujan deras beberapa hari lalu membuat sejumlah wilayah di Kota Blitar banjir.

Dan DPUPR Kota Blitar menyatakan jika salah satu penyebab banjir di sejumlah wilayah Kota Blitar akibat kiriman air dari wilayah utara atau dari Kabupaten Blitar.

Selain itu, faktor penyebab banjir lainnya, yaitu karena sampah endapan sedimen di sejumlah saluran air.

DPUPR akan segera melakukan normalisasi di sejumlah saluran air untuk mengantisipasi terjadinya banjir lagi. (Eko.B) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *