Ketua Komisi II DPRD Kotabaru Menyayangkan Ketidak Hadiran Pihak Perusahaan Tambang saat RDP Gedung DPRD kotabaru

  • Whatsapp

Kotabaru, infobanua.co.id – Rapat Dengar pendapat (RDP) yang di pimpin langsung oleh ketua komisi II DPRD kotabaru Jery Luminta belum membuahkan hasil.

Pasalnya”, pihak perusahaan tambang batubara yang ada di wilayah kecamatan Pulaulaut Tengah tidak satupun yang hadir di ruang rapat komisi gabungan DPRD kotabaru.

Terkait permasalahan ketenaga Kerjaan, kegiatan Blasting dan kegiatan pengangkutan batu bara, yang di laporkan oleh pihak LSM Formula Kotabaru kepada DPRD Kotabaru, untuk meminta melakukan hearing di DPRD Kotabaru.

Menanggapi surat permintaan hearing tersebut, DPRD Kotabaru melakukan hearing atau Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan Komisi II DPRD Kotabaru dan Komisi I Kotabaru.

acara tersebut di hadiri Sekretaris DPRD Kotabaru Drs. H. Said Akhmad, MM, Kepala Dinas Ketenaga Kerjaan Kotabaru, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kotabaru, Camat Pulau Laut Tengah, Kapolsek Pulau Laut Tengah, Kepala Desa Sungup, Kepala Desa Selaru dan LSM Formula, Senin 08/02/2021.

Ketua Komisi II DPRD Kotabaru Jerry Lumenta dari fraksi PDI Perjuangan sangat menyayangkan ketidak hadiran perwakilan dari pihak perusahaan Sebuku Tanjung Cool dan perusahaan Hillcon jaya Sakti.

padahal inti dari kegiatan hearing hari ini dari pihak perusahaan sangat penting.

Walaupun tidak hadir pihak perusahaan Sebuku Tanjung Cool dan perusahaan Hillconjaya Sakti, bahwa pihak perusahaan ada mengirimkan surat tanggapan yang berisi mengenai ketenaga kerjaan sampai saat ini kami sudah memprioritaskan penyerapan tenaga lokal.

kegiatan blasting kami lakukan sesuai dengan izin yang kami telah dapatkan dari instansi instansi terkait sesuai ketentuan perundang undangan dan selalu di monitoring dan kegiatan pengankutan batu bara dijalan poros provinsi hanya sebatas crossing jalan dan telah mendapatkan ijin yang di terbitkan oleh pemerintah Provinsi Kalimantan selatan.

Mengenai rapat hari ini kata Jery, kami menyimpulkan pemerintah kabupaten Kotabaru agar bisa bekerja sama dengan perusahaan, untuk mengadakan pelatihan terhadap masyarakat Kotabaru agar bisa memenuhi skill yang di butuhkan oleh perusahaan.

“dan mengenai andervas mereka juga sudah mempunyai ijin (Ranahnya Provinsi) sedangkan mengenai blasting kami sarankan kepada masyarakat untuk membuatkan laporan secara tertulis di lengkapi foto, video dan suratnya di tujukan ke Perusahaan, Pemerintah Kabupaten Kotabaru dan di tembuskan ke DPRD Kotabaru,”tukas Jerry.

(JL).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *