Pedagang Bunga Blitar Tewas Terperosok Parit Ambrol

  • Whatsapp
Petugas saat mengevakuasi korban.

Blitar, Infobanua.co.id – Warga jalan Mawar Kota Blitar sontak gempar saat seorang pedagang bunga ditemukan tewas mengambang di saluran air, Senin 08 Februari 2021 pukul 21.00 WIB.

Korban diduga terperosok diparit depan tokonya yang berlubang dan terseret derasnya air yang memang sejak siang turun hujan lebat.

Penemuan jasad Yuliani (50), sempat mengegerkan warga yang melintas di jalan Mawar, Kota Blitar.

Seorang penjual Nasi Pecel yang bersiap membereskan dagangannya membuang air di saluran tersebut. Dia melihat sesosok mayat mengambang dengan kondisi tengkurap sekitar pukul 21.00 WIB.

Temuan itu langsung dilaporkan ke Polsek Sukorejo. Proses evakuasi korban menarik perhatian warga sekitar dan pengendara yang melintas.

Sehingga lalu lintas sempat macet sesaat karena timbul kerumunan massa. Petugas pun bergegas membubarkan kerumunan massa dan mengatur jalannya lalu lintas.

Selanjutnya jasad korban dievakuasi menuju ke Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo, Kota Blitar.

“Pada saat proses evakuasi ada warga yang mengenali sebagai tetangganya. Korban bernama Yuliani, usia 50 tahun. Warga RT 02 RW.05 Kelurahan/ Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar,” kata Kapolres Blitar, AKBP Yudhi Hery Setiawan, kepada beberapa awak media, Selasa 09-02-2021.

Menurut Yudhi, bahwa korban diketahui sebagai penjual bunga yang merupakan penyandang disabilitas.

Dari keterangan keponakannya, sekitar pukul 16.00 WIB korban masih terlihat di tokonya. Namun sesaat terdengar suara berdebum seperti benda yang terjatuh di depan toko.

Namun keponakannya tidak mencari tahu apa yang terjadi dan sumber bunyi itu berasal.

Di depan toko bunga itu memang terdapat saluran air atau parit pembuangan yang tertutup trotoar. Lebarnya 1,5 meter dengan kedalaman 2 meter. Sedang kondisi trotoar rusak atau ambrol. Sedang arus airnya sangat deras karena habis hujan sejak siang sampai menjelang petang.

“Dari hasil pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan tanda bekas kekerasan di tubuh korban. Kami menduga, korban terperosok trotoar yang rusak lalu masuk parit dengan posisi tertelungkup. Tubuhnya terseret arus deras saluran air. Posisi jasad ditemukan radius 600 meter dari depan rumahnya,” jlentrehnya. (Eko.B 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *