Usai Bupati, Giliran Asn, Tni Polri Dan Pedagang Pasar Akan Mendapat Vaksin Covid 19

Pekalongan, infobanua.co.id –  Setelah 14 hari menerima suntikan pertama vaksin covid 19, hari ini Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si beserta penerima vaksin lainnya melanjutkan suntuikan vaksin kedua di UPTD Puskesmas Kesesi I, Senin ( 8/2). Pelayanan dilakukan dengan standar seperti tahap pertama. Bupati mengatakan  vaksin sinovac yang disuntikkan tersebut aman karena dirinya  sudah 2 kali dan menurutnya tidak ada gejala gatal-gatal, semua normal. Hanya Bupati  menyarankan setelah vaksin istirahat sebentar  untuk menjaga vitalitas tubuh.

Untuk warga masyarakat, sesuai arahan  Gubernur Jawa tengah, Bupati menyampaikan Insyaalloh nanti dimulai dari para ASN, TNI Polri, kemudian para pedagang pasar. “Nanti dari Dinas Kesehatan akan mengatur bagaimana alur masyarakat  ini agar bisa mendapatkan vaksin sesuai dengan tata urutan yang sudah ditentukan. Nanti yang jelas pemkab sangat siap berkaitan dengan upaya yang kita lakukan terutama menyediakan tenaga vaksinatornya, kemudian yang terkait dengan vaksin menunggu produksi,” ungkap Bupati.

Dikatakan pula pelaksanaan vaksin tahap pertama lancar, dan kali ini merupakan tahap kedua. Oleh karena itu Bupati menghimbau seluruh warga masyarakat kabupaten Pekalongan nanti kalau sudah saatnya tiba, hendaknya berbondong-bondong untuk divaksin karena tidak ada efek sama sekali.

“Kalau kita sehat, kuat,bebas dari covid 19 maka bangsa kita ini akan segera bangkit kembali, masyarakat akan normal kembali khususnya di kabupaten Pekalongan,” tandasnya.

Lebih lanjut, selama masih dalam situasi pandemi Bupati juga tetap mengingatkan penerapan protocol kesehatan secara ketat seperti harus pakai masker, distancing, jangan berkerumun  serta mobilitas yang tidak penting  agar dikurangi. Apalagi nanti di kabupaten Pekalongan akan menerapkan mikro zonasi yang sebenarnya sudah dijalankan di beberapa desa sebagai implementasi dari program jogo tonggo yang sudah diinisiasi oleh Gubernur Jawa Tengah.

“  Nanti daerah/desa yang merah, kepala desa , perangkat desa dan tokoh masyarakatnya akan kami panggil, akan ada treatment khusus, moblitas masyarakat dibatasi, kegiatan-kegiatan masyarakat dibatasi, semacam semi lockdown di desa. Ini dalam rangka mikro zonasi itu bisa berjalan efektif,” terangnya.

Bupati juga mengungkapkan di kabupaten Pekalongan sudah ada beberapa contoh desa yang cukup berhasil antara lain desa Pakis putih yang sampai hari ini masih zero covid 19 karena memang protocol kesehatan diterapkan . Adapun semua desa yang masuk zona merah akan segera dilakukan mikro zonasi. (Agus E)