Anggota DPRD Kotabaru Rabbiansyah Angkat Bicara Soal Ketenaga Kerjaan Perusahaan yang Ada di Kabupaten Kotabaru

  • Whatsapp
Rabbiansyah atau Roby, Sekretaris komisi I DPRD Kotabaru.

Kotabaru, infobanua.co.id – Sekertaris Komisi 1 DPRD Kabupaten Kotabaru Rabbiansyah atau Roby menyayangkan kepada seluruh pihak terkait yang tidak hadir dalam polemik PT Sebuku Tanjung Coal (STC) Jo PT Hilcon pada saat Rapat Dengar Pendapar (RDP) di gedung DPRD kotabaru senin ( 8/2/21).

Anggota DPRD dan juga sekaligus Sekretaris Komisi I ini sependapat dengan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kotabaru Akhmad Asbili, yang mengutarakan untuk mencari solusi dan titik permasalahan tentang ketenaga kerjaan perusahaan yang ada di kabupaten kotabaru.

Rabbiansyah atau Roby panggilan akrabnya mengatakan,” seharusnya permaslahan dari awal sudah di tangani, diamana pihak perusahaan sebenarnya dalam perekrotan tenaga kerja atau karyawan harus lebih berkoordinasi kepada pihak terkait di kabupaten kotabaru.

Dikatakannya, sepertinya kita ini seakan akan tidak memikirkan apa yang menjadi peemasalahan kalangan masyarakat yang ingin bekerja di perusahaan.

Malu kita, Dosa kita selaku pemgegang kebijakan ataupun yang mempunyai kewenangan akan tetapi masih belum mampu mengatasi hal semacam ini”, ujar Roby.

Anggota DPRD kotabaru dan sekaligus Sekretaris Komisi I ini meminta agar pihak eksekutif jangan fokus kepada satu perusahaan saja.

” ia menyebutkan122 perusahaan yang ada di Kotabaru adalah pintu masuk untuk memperbaiki sistem ketenagakerjaan di kabupaten kotabaru ini.

Kita ini wajib hadir,Kita semua bisa, daerah mempunyai kewenangan untuk mengintervensi itu. Caranya dengan komunikasi.

akan tetapi kata Roby,” jangan kepla Desa, akan tetapi bupati dan instansi terkait betul betul memperjuangkan masyarakat agar bisa bekerja di sebuah perusahaan yang beroperasi di daerah kita, bagi yang mempunyai skill wajib di pekeejakan, namun yang tidak mempunyai skill cari solusinya agar mereka bisa bekerja, misalnya mereka di ikut sertakan kursus sesuai keperlyan perusahaan, daerah kita punya Balai Latihan Kerja (BLK), nah disitulah mereka bisa mendapatkan skill tersebut.

Jangan jangan kata Roby”, data pekerja PT. STC yang masuk ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kotabaru tidak valid.

Sementara jumlah pekerja yang di laporkan tidak sesuai dengan jumlah karyawan yang ada,tutur Roby.

Sementara, Ketua LSM Formula, Ms. Marikan mempertanyakan sistem penerimaan tenaga kerja lokal yang melalui kepala desa.

Tak hanya ketenaga keejaan yang di tanyakan oleh ketua LSM Formula,”

Ms. Marikan,” Ketua LSM Formula ini juga mempertanyakan janji PT. Sebuku Tanjung Coal,apakah benar akan merekrut tenaga kerja sebanyak 7000 orang karyawan.

Janji perekrotan tenaga kerja juga harus kita pertanyakan, jangan sampai janji tersebut hanya tinggal janji saja, namun kenyataannya tidak sesuai, tukas Ms Marikan selaku ketua LSM Formula Kotabaru.

(JL).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *