Dugaan untuk kepentingan pribadi, Rumah Sakit Di Pekanbaru Memanfaatkan Kartu BPJS untuk Meraup Rupiah

Pekanbaru, infobanua.co.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) merupakan badan Hukum yang sengaja dibentuk oleh pemerintah untuk menjaminkan rakyatnya menyelenggarakan program jaminan sosial.

Sehingga program yang telah dibentuk oleh pemerintah dapat memberikan perlindungan kesehatan serta memperoleh manfaat dari program BPJS tersebut.

Namun di balik program yang telah direncanakan dan telah disusun oleh pemerintah, para oknum atau koruptor selalu saja mencari celah agar mendapatkan keuntungan-keuntungan dari program yang telah di rencanakan oleh pemerintah.

Seperti Halnya yg terjadi di beberapa rumah sakit yang ada di Provinsi Riau, atau Tepatnya di Kota Pekanbaru, para oknum Rumah Sakit yang di duga Kuat bermain dengan Oknum pengelolah BPJS, sehingga pihak dari peserta BPJS merasa dirugikan oleh pihak Rumah Sakit.

Seperti salah satu Pasien yang pernah berobat di rumah sakit yang ada di Pekanbaru, mengatakan ia pernah berobat dengan menggunakan Kartu BPJS Kesehatan dari pemerintah, namun ditengah perjalanan atau dalam kondisi pengobatan ada pihak rumah sakit memintai uang tambahan untuk biaya obat, karena obat yang menggunakan BPJS dari pemerintah tidak bagus atau standar, untuk itu ada oknum dari rumah sakit yang menawarkan untuk membeli obat yang bagus, dengan terpaksa keluarga pasien mengeluarkan uang untuk biaya pengobatan demi kesehatan pasien yang di harapkan.

Tidak hanya sampai disitu, mengenai BPJS Kesehatan yang mana Ada tingkatan Kelas untuk ruangan bagi para pasien, ada dugaan oknum dari pihak rumah sakit juga memintai tarif tambahan untuk menaikan kelas yang sebelumnya alasan dari pihak rumah sakit kelas yang di cantumkan di BPJS sudah penuh, segingga pihak pasien terpaksa untuk membayar untuk mendapatkan ruangan yang di inginkan pasien.

Dan kami juga mendapatkan laporan dari peserta BPJS Kesehatan dari Perusahaan, kali ini Si pasien awalnya tidak menggunakan atau memanfaatkan kartu BPJS Kesehatan dari perusahaan,alasan dari pasien itu akan memperlambat pengobatan dari sang pasien jika menggunakan BPJS Kesehatan karena pastinya akan memakan waktu lama untuk pengobatan pasien yang UGD.

Pasien tersebut menggunakan jalur umum atau pribadi, sesampainya di tengah jalan atau di tengah pengobatan mengingat biaya yang diterima oleh sang pasien tinggi hingga ratusan juta, dengan terpaksa pasien harus berpindah ke Kartu BPJS yang Kesehatan dari perusahaan Yang iya Punya, namun itu tidak diberlakukan oleh pihak rumah sakit, dan yang lebih parahnya lagi pihak rumah sakit menyuruh dirujuk lagi kerumah sakit lain atau dipindahkan kerumah sakit lain, karena dalam pengobatan dari jalur umum ke BPJS tidak dibenarkan.

Ini sungguh sangat memilukan bagi pasien yang keterbatasan ekonomi, padahal program dari pemerintah atau BPJS ini untuk mempermudahkan bagi masyarakat indonesia yang ingin berobat.

Mengetahui hal diatas saya bersama Tim Gabungan Wartawan Indonesia Provinsi Riau mendatangi salah satu rumah sakit Tipe C yakni Rumah Sakit Aulia Hospital saya mencoba menggali informasi yang kita dapati di lapangan atau laporan dari pasien.

Pihak Humas Aulia Hospital Menjelaskan kepada beberapa awak media saat di konfirmasi, menjelaskan “bagi pasien yang datang berobat,rumah sakit akan memfasilitasi sesuai dengan hak kelas pasien, namun jika ada pasien yg ingin mendapatkan fasilitas diatas hak kelasnya, rumah sakit akan memfasilitasi dengan tetap mengikuti persyaratan-persyaratan yg sudah menjadi ketetapan” jelasnya

Kemudian terkait obat yg diberikan, tidak ada kategori obat bagus atau tidaknya keseluruhan obat memiliki komposisi yg sama, hanya berbeda merk dagangan saja. pemberian obat kepada pasien sudah sesuai degan formularium dan indikasi penyakit pasien.

Lanjutnya, jika pasien yg awalnya menggunakan jalur pribadi atau tidak menggunakan BPJS Kesehatan.

bagi pasien yg awal nya sudah mnggunakan jaminan umum, pihak Rs memberikan wktu 3×24 jam kepada keluarga pasien utk segera melakukan pengurusan jaminan bpjs agar dalam masa rawatannya rumah sakit, bisa mengakomodir menjadi jaminan bpjs, jika dlm tenggang waktu yg sdh ditentukan keluarga belum bisa menunjukkan jaminan bpjs,maka jaminan kembali ke awal. Tutup Humas Rs,Aulia Hospital Sdr. Aannur

Menanggapi hal tesebut Ketua Gabungan Wartawan Indonesia Provinsi Riau, Insan mengatakan, sungguh sangat mempersulit masyarakat peraturan yang dibuat oleh pihak BPJS, yang seharusnya BPJS ini untuk memepermudahkan pasien malah sebaliknya.

Untuk pihak Rs. Aulia Hospital saya ucapkan terimakasih terutama kepada Sdr. Aannur dan Sdri. Silvi yang telah memberikan informasi terkait temuan kita dilapangan, serta melayani atau menerima kita dengan baik, harapan saya kedepan semoga kerjasama yang kita jalin saat ini hendaknya berlanjut untuk kedepannya.

Penulis :Nrl

VS.