Meski Kab.Blitar Hanya Satu RT Zona Merah, Tetap Berlakukan PPKM Mikro

  • Whatsapp
Juru Bicara covid-19, Kabupaten Blitar, Krisna Yekti.

Blitar, Infobanua.co.id –Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro sampai ke tingkat RT juga diresmikan diberlakukan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, sejak Selasa 09 Pebruari 2021 kemarin.

Karema PPKM skala mikro ini sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) No. 03 Tahun 2021 tentang PPKM Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian penyebaran covid-19.

Yang muaranya adalah tindakan pengendalian penyebaran covid-19 berdasarkan di empat Zona, yaitu Zona Hijau, Kuning, Orange, dan Zona Merah ini sampai ke tingkat Desa atau Kelurahan.

Sejalan dengan pemberlakuan PPKM skala mikro, dilakukan juga upaya revitalisasi Kampung Tangguh di Kabupaten Blitar yang sempat mati suri.

Revitalisasi Kampung Tangguh dilakukan secara daring dari Kelurahan Satrean, Kecamatan Kanigoro. Diikuti oleh 248 Desa dan Kelurahan secara virtual.

“Pelaksanaan PPKM secara mikro dibuat struktur tugas yang dikepalai Kepala Posko, yakni Kepala Desa atau Kepala Kelurahan dan seorang Wakil,” kata Kapolres Blitar AKBP Leonard M. Sinambela, saat membuka revitasilasi Kampung Tangguh, Rabu 10-02-2021.

Menurut Leonard, bahwa ada empat bidang, di antaranya bidang pencegahan, bidang penanganan, bidang sosialisasi, dan bidang bantuan penanganan. Dan seluruh bidang ini diisi seluruh entitas sampai lingkungan terkecil.

Sementara Juru Bicara covid-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti, mengatakan bahwa, di Kabupaten Blitar, sesuai data Satgas covid-19, hanya ada satu RT yang memberlakukan PPKM skala Mikro karena masuk sebagai Zona Merah. RT tersebut berada di Kecamatan Selopuro. Sedangkan RT di Desa-Desa lainnya rata-rata berstatus Zona Kuning.

“Sebenarnya di Kabupaten Blitar tidak masuk dalam PPKM skala mikro, jika dilihat dari tingkat RT kondisinya semua Zona Kuning, ada yang Merah itu pun karena ada Pondok Pesantren, jadi bukan warga lingkungan setempat yang terpapar covid-19. Namun tetap kami berlakukan sesuai dengan aturan pemberlakuan PPKM berskala Mikro,” kata Juru Bicara covid-19, Kabupaten Blitar, Krisna Yekti.

Menurut Krisna, bahwa penyebaran covid-19 di Kabupaten Blitar jika di-mapping menyebar di semua wilayah.

Sehingga meskipun secara Zona tingkat Kecamatan semua Merah, namun jika dilihat kembali per RT di masing-masing Desa/Kelurahan tidak ada satu pun RT yang memenuhi kriteria untuk masuk ke dalam PPKM skala Mikro.

“Tetapi apa pun Zonanya kami tetap mengikuti aturan PPKM skala Mikro, yang muaranya adalah seluruh Desa/Kelurahan harus membentuk satgas penanganan covid-19, dan semua di Desa/Kelurahan harus ikut dalam Desa/Kelurahan Tangguh. Untuk menjalankan PPKM skala mikro,” jlentrehnya.

Selanjutnya Krisna, menerangkan bahwa, PPKM skala mikro mulai diberlakukan sejak Selasa 09 Pebruari sampai dengan Senin 22 Pebruari 2021.

PPKM skala mikro sendiri adalah pembatasan yang dilakukan dengan pemantauan zona risiko covid-19 sampai ketingkat RT.

Selanjutnya Krisna menerangkan bahwa, kriterianya, Zona Hijau ketika tidak ada kasus aktif di tingkat RT.

Zona Kuning bila terdapat satu rumah sampai lima rumah dengan kasus positif covid-19 selama tujuh hari terakhir.

Kemudian, Zona Orange bila terdapat enam sampai sepuluh rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam tujuh hari terakhir. Sedangkan Zona Merah diterapkan bila ada sepuluh rumah dengan kasus positif.

“Bila sudah berada di Zona Merah, maka diwajibkan untuk menutup tempat umum, melarang kerumunan massa lebih dari tiga orang, membatasi akses maksimal pukul 20.00 WIB, serta meniadakan kegiatan sosial masyarakat,” pungkasnya. (Eko.B) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *