Pencuri Kayu Jati di Blitar, Manfaatkan Hujan Malam Hari

  • Whatsapp
Petugas saat memeriksa ponggahan bekas pohon Jati digergaji di tengah Hutan Jati petak 69.

Blitar, Infobanua.co.id – Hujan malam hari beberapa hari belakangan ini dimanfaatkan oleh pencuri kayu Jati di Hutan milik Perhutani Kabupaten Blitar.

Sehingga terhindar dari petugas Perhutani yang kemungkinan tidak patroli masuk hutan pada malam hari.

Hal ini terjadi di Hutan Jati di Desa Gondanglegi, Kecamatan Lodoyo, Kabupaten Blitar. Diperkirakan pencuri beraksi dengan memanfaaatkan situasi yang paling aman. Dengan bersamaan Hujan deras yang terjadi malam hari selama tiga hari ini belakangan ini.

Dalam situasi seperti itu, tidak ada petugas yang patroli sampai masuk ke tengah hutan.

Dari lokasi pencurian tersebut ditemukan ada enam bongkahan kayu jati, yang rupanya bekas digergaji berada di petak 69.

Lokasinya berada di tengah Hutan dengan jarak sekitar 12 Km dari perkampungan terdekat, Desa Gondanglegi, Kecamatan Lodoyo, Kabupaten Blitar.

Wakil Adm. Perhutani Blitar, Ivan Cahyo, mengatakan bahwa, dari lokasi pencurian, petugas tidak menemukan pohon jati yang ditebang karena kemungkinan sudah dibawa keluar dari hutan oleh pelakunya.

Yang ditemukan, hanya bekas pencurian seperti bongkahan kayu jati yang seperti baru digergaji.

“Untuk sementara, pettugas baru menemukan enam bongkahan kayu Jati yang bekas ditebang dengan gergaji mesin,” kata Wakil Adm. Perhutani Blitar, Ivan Cahyo, Kamis 11-02-2021.

Menurut Ivan, bahwa bila diamati dari bekas bongkahan kayunya, diperkirakan pohon itu baru berusia 22 tahun.

Masih menurut Ivan, jika dilihat dari bekas gergajiannya, pelaku beraksi baru beberapa hari, diperkirakan Selasa 09 Pebruari 2021 malam.

Muaranya pelaku menjalankan aksinya bersamaan pada hujan deras pada malam hari.

Berarti pelaku cukup paham dengan kebiasaan Petugas, jika pada malam hari terjadi hujan, Petugas tidak berpatroli.

“Petugas baru tahu jika ada pencurian kayu, setelah diberi tahu warga, pada malam hari kemarin, dimana warga mendengar suara sepeda motor, sepertinya sedang keluar dari dalam Hutan. Yang dipastikan pencuri sehingga melapor ke petugas,” jlentrehnya.

Selanjutnya Ivan menerangkan bahwa, begitu diperiksa pada Rabu 10 Pebruari 2021 siang, Petugas menemukan enam bekas pohon yang dicuri. Lokasinya di tengah hutan, dengan medan yang cukup sulit karena banyak tebing. Diduga pelaku cukup paham dengan medan yang terjal tersebut.

“Melihat rekam jejaknya, kemungkinan Kayu curian itu sempat digelindingkan dari atas tebing. Baru kemudian diangkut dengan naik sepeda motor,” ungkapnya.

Tapi tidak sembarangan orang dapat melintasi medan di tengah Hutan tersebut, karena medannya cukup sulit.

“Itu berarti pelaku sudah paham betul dengan kindisi medan yang ada,” pungkasnya. (Eko.B) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *