Guru Olah Raga Blitar Yang Cabuli Muridnya Terancam Dipecat dari PNS

  • Whatsapp
Tersangka BR saat menjalani pemeriksaan di Polres Blitar, beberapa hari yang lalu.

Blitar, Infobanua.co.id – Seorang Guru Olahraga di SMP Negeri, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, berinisial BR (39) yang menjadi tersangka kasus pencabulan karena menyetubuhi muridnya sendiri sebanyak 11 kali.

Menarik perhatian Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sehingga meminta agar hukuman terhadap pelaku nantinya diperberat.

Wakil Ketua KPAI, Rita Pranawati menerangkan, mengapa hukuman pelaku harus diperberat. Sebab menurutnya, kejadian pencabulan itu terjadi di lingkungan pendidikan dan pelaku adalah seorang Guru yang seharusnya melindungi anak didiknya.

“Seharusnya seorang Guru, melindungi anak, di satuan pendidikan sudah jelas dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. Kami usul agar ada pemberatan hukuman, karena ini ada di satuan pendidikan dan Guru merupakan salah satu penanggungjawab. Jadi sepertiga hukuman harus ditambahkan dari tuntutannya,” kata Rita Pranawati.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Blitar, Budi Kusumarjaka, mengatakan jika pihaknya sependapat dengan desakan dari KPAI. Namun sanksi Dindik untuk memecatnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) bisa dijatuhkan ketika putusan hukum sudah inkrah.

“Kami sedang memproses, disamping menunggu keputusan dari pengadilan. Sebagai pertimbangan memberhentikan sebagai PNS kepada yang bersangkutan,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Blitar, Budi Kusumarjaka, Sabtu 13-02-2021.

Menurut Budi, bahwa selain terancam diberhentikan dari PNS, saat ini BR (39) yang sudah berstatus tersangka pencabulan sudah tidak menerima gaji penuh. Karena untuk memberhentikan gaji tersangka, tidak perlu menunggu putusan pengadilan inkrah.

“Pemberhentian gaji tidak harus menunggu inkrah. Namun kami bisa memutuskan hukuman PNS-nya sesuai PP 53, ketika keputusan hukumnya sudah inkrah,” jlentrehnya.

Keterangan yang sama juga disampaikan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Blitar, Mashudi. Ketika statusnya sudah menjadi tersangka, maka BR hanya menerima 50 porsen dari gajinya per bulan.

“Saat statusnya sudah tersangka, maka gajinya kami berikan 50 porsen. Di Kabupaten Blitar saat ini ada dua kasus pencabulan yang dilakukan PNS terhadap anak di bawah umur. Yang satu Guru di Doko ini, sedang satunya pegawai Dishub di Wlingi. Prosesnya sama, gaji mereka kami berikan hanya 50 porsen. Sanksi PNS-nya nunggu putusan hukumnya inkrah,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Blitar, Mashudi.

Untuk diketahui bahwa sebelumnya telah diberitakan, jika Guru Olahraga di SMP Negeri, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar BR dijadikan tersangka kasus pencabulan terhadap muridnya sendiri.

Perbuatan mesum telah dilakukan sebanyak 11 kali, mulai dari ruang kepala sekolah, ruang kelas hingga Hotel di wilayah Kabupaten dan Kota Blitar, serta di Provensi Bali, ketika sekolahnya mengadakan wisata ke Bali. (Eko.B) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *