Petani Pulau Laut Timur Keluhkan Minimnya Alat Pemanen Padi (Combene) Yang Mampu Beroperasi Di Medan Sawah Yang Berair

  • Whatsapp
Safruddin, ketua gapoktan Desa sungai limau.

Kotabaru, infobanua.co.id – Pekan ini sebagian petani di kecamatan Pulau Laut Timur sedang melasakan panen padi sawah.

Contohnya Desa Sungai limau, ada 3 kelompok tani saat ini sedang melakukan panen padi sawah hanya dengan cara manual.

Keluhan petani, yang disampaikannya ke pengurus gapoktan berkat bersama Desa Sungai limau menyampaikan, seandainya penen kita menggunakan alat pemanen padi yang bisa beroperasi di medan sawah yang ber air seperti di daerah lain, maka tidak adalagi petani panennya terlambat dan sempat rebah di terpa angin kencan.

Sementara ketua Gapoktan berkat Bersama Desa Sungai lumau Safruddin mengatakan kepada media ini, memang petani yang ada di wilayah kecamatan pulau laut timur ini sangat membutuhkan alat pemanen Padi (combine) hususnya desa sungai limau.

Dikatakan Safruddin selaku ketua Gapoktan berkat bersama Desa Sungai lumau, memang ada bantuan alat pemanen padi 1 buah yang berukuran besar, namun itu tidak bisa menkaper sumua desa atau sawah perani.

“Dikataknnya lagi sekarang ini yang ada bantuan alat pemanen padi hanya berukuran kecil, itu juga tidak maksimal di gunakan, di kernakan tidak mampu beroperasi di medan sawah yang ber air.

Harapan kami sebagai petani kata Syafruddin”, alat combine pemanen padi paling tidak adalah satu buah di Desa Sungai limau ini, sehingga para petani lebih bersemangat lagi menggarap lahan sawah yang ada disini,” ujar Syafruddin.

(JL).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *