Beberapa Orang Penyitas covid-19 Blitar, Gagal Donor Plasma Konvalesen

  • Whatsapp
Kepala Unit Donor Darah PMI Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawaty.

Blitar, Infobanua.co.id –Karena antibodynya terlalu rendah, maka beberapa orang penyintas covid-19 di Kabupaten Blitar, gagal menjadi pendonor plasma konvalesen.

Kepala Unit Donor Darah PMI Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawaty, mengatakan bahwa, puluhan penyintas covid-19, sebenarnya berniat untuk membantu pasien positif aktif covid-19 yang masih dirawat di Rumah Sakit.

Namun mereka tidak lolos dalam skrining sebagai syarat pendonor plasma darah konvalesen.

“Di sini kami skrining awal, jika lolos skirining baru kami antar ke Malang atau ke Kediri, sebab di sini belum ada mesinnya. Tapi ternyata dari lima penyintas covid-19, semuanya tidak lolos karena kadar titernya sangat rendah,” kata Kepala Unit Donor Darah PMI Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawaty, kepada awak media, Rabu 17-02-2021.

Menurut Christine, bahwa prinsip donor plasma konvalesen, di dalam plasma darah ada antibodi yang diproduksi jika seseorang terserang penyakit.

Untuk calon pendonor, kadar antibodi titer ini harus diukur dulu. Ada syarat yang bisa diterima sebagai pendonor kalau plasmanya ditransfusikan kepada pasien covid-19.

Masih menurut Christine, dengan harapannya, antibodi yang sudah terbentuk dan banyak jumlahnya langsung berperan membantu pasien untuk melawan Corona Virus Disease-2019 atau covid-19.

Bagi pendonor plasma konvalesen yang bisa diterima, harus memiliki kadar titer antibodi minimal 1:160 atau idealnya 1:320.

“Penyintas covid-19 yang berniat donor plasma diperiksa dari sini dulu, sehingga ketika sudah di Malang ternyata kadar titer antibodinya hanya 1:80. Dan ada beberapa faktor yang menyebabkan kadar titer antibodi penyintas ini rendah,” jlentrehnya.

Selanjutnya Christine nenerangkan bahwa, beberapa faktor kadar titer antibodi penyintas rendah, di antaranya saat sakitnya tidak terlalu parah karena jumlah virus corona yang masuk ke tubuhnya sedikit. Sehingga jumlah antibodi yang diproduksi tubuhnya juga sedikit.

Ada juga yang ketika sakit parah, namun kemampuan tubuhnya sendiri untuk membentuk antibodi tidak bagus. Dan beberapa di antara penyintas covid-19 terlalu lama jeda waktu sembuh dengan keinginan mendonorkan plasma darah konvalesennya juga lama.

“Untuk itu masa titer antibodi diproduksi tubuh maksimal antara 14 hari hingga 02 bulan pascasehat. Waktu itulah yang ideal untuk donor plasma konvalesen,” ungkapnya.

Lebih dalam Christine menerangkan bahwa, survei telah membuktikan, jika donor plasma konvalesen juga berperan maksimal bagi penderita positif covid-19 yang mengalami sakit selama 07 hari. Setelah masa 07 hari, donor plasma konvalesen terbukti tidak efektif membantu proses penyembuhan pasien positif aktif covid-19.

“Plasma konvalesen percuma diberikan jika pasien sakitnya melebihi tujuh hari. Seperti juga obat yang tidak tepat akan mubazir bila tetap diberikan,” pungkasnya. (Eko.B) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *