Dewan Kota Blitar Minta Eksekutif Membuat Masterplan Untuk Atasi Banjir

  • Whatsapp
Komosi III DPRD Kota Blitar memeriksa saluran penyebab banjir beberapa hari yang lalu.

Blitar, Infobanua.co.id – Intensitas curah hujan yang tinggi sehingga mengakibatkan banjir, rupanya masih menjadi masalah di Kota Blitar.

Untuk itu Komisi III DPRD Kota Blitar, meminta kepada Eksekutif atau Pemeritah Kota (Pemkot) Blitar untuk segera membuat Masterplan terkait penataan saluran air untuk mengatasi masalah banjir di Kota Blitar.

Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar, Totok Sugiarto, mengatakan bahwa, dari hasil sidak, hampir semua saluran air baik drainase mapun irigasi di Kota Blitar perlu segera ada perbaikan dan normalisasi, khususnya di sejumlah saluran air yang rusak akibat banjir beberapa waktu lalu.

“Hampir semua infrastruktur irigasi dan drainase perlu dilakukan normalisasi sekaligus pembenahan, khususnya terhadap infrastruktur yang rusak akibat hujan deras,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar, Totok Sugiarto, kepada awak media, Rabu 17-02-2021.

Menurut Totok, bahwa ada beberapa titik saluran air yang menjadi prioritas untuk segera diperbaiki dan dilakukan normalisasi.

Seperti saluran air di Kelurahan Gedog, jalan Pamungkur, Kelurahan Blitar, dan jalan Kalimas, Kelurahan Tanjungsari.

“Selain itu, perlu juga segera dilakukan normalisasi saluran air di Perumahan Melati I dan Melati II yang masuk Kelurahan Plosokerep, Kepanjenkidul, dan Karangsari,” jlentrehnya.

Masih menurut Totok, bahwa telah terjadi dilema di Kota Blitar terkait masalah banjir dan kekeringan.

Saat musim hujan terjadi banjir di mana-mana dan saat musim kemarau terjadi kekeringan di mana-mana.

Makanya Komisi III DPRD Kota Blitar mengusulkan agar penanganan banjir dan kekeringan menjadi isu strategis yang dimasukkan dalam RPJMD kepada Wali Kota.

“Penanganan banjir dan kekeringan juga harus terencana dan terintegrasi,”.tegasnya.

Selanjutnya Totok minta kepada Pemkot Blitar, untuk segera membuat Masterplan terkait penataan saluran air untuk mengatasi masalah banjir tersebut.

“Masterplan yang sekarang masterplan lama. Perlu segera dibuat Masterplan baru yang menyesuaikan kondisi saat ini,” papar Totok.

Selanjutnya Totok menerangkan bahwa, Pemkot Blitar juga harus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Blitar terkait penanganan masalah banjir ini.

Karena posisi Kota Blitar berada di tengah dan sering kali mendapatkan kiriman air dari wilayah Kabupaten Blitar saat terjadi hujan deras.

“Air dari Kabupaten Blitar yang hulunya juga di wilayah Kabupaten. Untuk itu perlu kerja sama dengan Kabupaten dalam penanganan masalah banjir di kota,” pungkasnya. (Eko.B) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *