Anggota DPRD Kotabaru Rabbiansyah lintasi Jalan Dapil Tiga (3) Yang Sudah Mulai Rusak Di Tiga Kecamatan

  • Whatsapp
Mas aldi itu no WA ku yg hanyar, yg biasa terbelukir.

Kotabaru, infobanua.co.id – Intensitas hujan yang cukup tinggi akhir2 ini berdampak langsung terhadap daya tahan dan kekuatan jalan-jalan kecamatan dan jalan desa khususnya di kecamatan sungai durian, pamukan utara dan sampanahan.

Rabbiaansyah atau Roby seorang legislatif di dapil tiga (3) ini menyampaikan kepada media ini,” kami coba mengunjungi kecamatan2 tersebut untuk melihat langsung kondisi jalan di dapil 3, mengingat banyaknya laporan warga terkait kondisi jalan tersebut, kami coba koordinasikan dengan pihak PUPR kotabaru.

” dijawab, memang alat- alat seperti grader dan kompax masih di pergunaka di wilayah lain, sehingga belum bisa turun ke dapil tiga(3).

Pihak PUPR menjelaskan, dan jika alokasi biaya perawatan jalan daerah juga kondisiy hanya beberapa milyar untuk menanggulangi kondisi rusaknya jalan ini.

Sebagai bentuk perawatan saya meyakini juga sulit untuk mengakomodir semua permintaan.

Untuk itu saya meminta agar Camat-Camat, Seluruh Kepala Desa di Dapil 3 agar melakukan rapat koordinasi degan pihak perusahaan dan pihak terkait ( kontraktor dan pengusaha),
bagaimana caranya melakukan perawatan bagi jalan- jalan yang sudah di garap oleh daerah, memang kondisi jalan- jalan antar kecamatan saat ini sangat membutuhkan grader dan kompax, dan hal ini bisa di akomodir oleh perusahaan- perusahaan sekitar seperti minamas, sinarmas, rajawali dan PT.Kell.

Jadi seandainya alat-alat perusahaan tidak bisa di alokasikan di hari kerja, minimal hari-hari libur bisa di manfaatkan melakukan perawatan di jalan- jalan penghubung antar kecamatan dan desa.

” inilah waktu yang tepat untuk masyarakat mendapatkan manfaat dari keberadaan perusahaan, jika memang sdh ada yang mengalokasikan, seperti minamas group di jalur KM1 Sungai Durian, sdh memberikan batu, maka perlu di tingkatkam lagi bantuanya di titik- titik yang bener- benar menghambat akses ke kecamatan dan penghubung desa.

Sementara jalan adalah urat nadi ekonomi masyarakat, warga menjual hasil bumi atau transportasi sembako, LPG, BBM untuk PLN dan penggerak ekonomi lainya termasuk transportasi penunjang lainya berasal dari jalan tersebut.

” jadi betapa pentingnya bagi kita mencari jalan keluar sebelum kondisinya lebih parah.

kita juga tidak boleh terfokus jika jalan rusak harus Daerah dan PUPR yang menjadi beban, karena banyak wilayah lainya yang lebih parah juga membutuhkan hadirnya mereka, jadi saat ini butuh peran pemimpin- pemimpin di tingkat kecamatan dan desa untuk mengkondisikan hal tersebut.

jangan terpaku oh ini jalan kabupaten maka menjadi peran bupati dan PUPR, tetapi kita harus berpikir lebih jeli lagi melihat kondisi di wilayah kita, apa yang kita bisa lakukan harus kita lakukan seperti mengkoordinasikan dengan beberapa perusaaan di wilayah masing-masing, buat surat undangan tembuskan ke bupati, ke PUPR, DPRD sehingga kita tau mana yang betul- betul serius membantu kondisi jalan dan mana yang taunya hanya mau memakai dan tidak ingin ikut merawat jalan yang sdh di berikan anggaran berpuluh- puluh milyar dari daerah.

Untuk itu saya mengingatkan kembali agar perusahaan surat- surat kepala desa dan camat di perhatikan dan di respon segera.

Sehingga kondisi jalan di dapil 3 penghubung antar kecamatan tidak lebih parah lagi, walau curah hujan saat ini cukup tinggi, tandasnya.

(JL).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Komentar