Pengusaha Rotan Serta LSM  Kotim, Minta Kemudahan Pengurusan Izin Kepada Pemerintah

  • Whatsapp
Sejumlah LSM gandeng pengusaha rotan dalam pengurusan izin. (Ist/brt)

Sampit,Infobanua.co.id – Sejumlah pengusaha yang tergabung dalam usaha industri rotan yang memiliki gudangdi Kotim, merasa belum merasa aman dalam berusaha terkait masih banyaknya belum mengantongi izin dengan Pemerintah Daerah, Kabupaten Kotawaringin Timur, Sampit.

Untuk mempermudah pengurusan perizinan, pengusaha rotan di Kotim, menggandeng sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk membantu mereka mempermudah pengurusan perizinan kepada Pemerintah Daerah, Kabupaten Kotawaringin Timur,Sampit.

Wakil Ketua Umum Laskar Nusantara, Budi Hariyanto wakili sejumlah LSM di Kotim, mengatakan agar pengusaha rotan di Kotim, diharapkan untuk mengurus perizinan mereka agar ada kepastian hukum bagi pengusah itu sendiri.

Sementara tambah Budi Hariyanto pihak Polda Kalteng khususnya Bagian Krimsus ketika hal ini di sampaikan kepada mereka menyampaikan siap untuk menjadi pembicara jika mereka di undang pihak pengusaha, Pemda, DPRD Kotim serta sejumlah LSM untuk mediasi.

“Kami sudah koordinasi kepada pihak Polda terkait perizinan agar petani dan pengusaha rotan bisa bekerja dengan tenang, aman dan disini juga pemerintah daerah ada masukan PAD juga.”Ujar Budi Hariyanto kepada infobanua Sampit.

Ditemui secara terpisah Ketua LSM Piramida Pikiran Rakyat, Audy Valent menurutnya sejumlah pengusaha rotan mempunyai niat baik untuk mengolah izin kepada pemerintah daerah dan dalam hal ini tentunya pemerintah daerah mendapat keuntungan dari pengusaha tersebut.

“Saya meminta kepada pemerintah daerah agar bisa membantu mempermudah pengurusan izin ini, dan jangan sebaliknya mempersulit mereka atau menekan mereka.”Harap Audy.

Audy juga mengatakan pihak pemerintah daerah tidak perlu lagi jemput bola ketempat pengusaha rotan akan tetapi melalui LSM di Kotim akan mendampingi pengusaha rotan datang langsung mengurus perizinan ke kantor perizinan.

“Kami siap mendampingi para pengusaha rotan sebab hal ini sangat perlu karena gudang tempat penyimpanan rotan banyak terdapat di Kotim ada yang punya izin ada juga tidak ada izin.”Ungkapnya

Menengok kebelakang sektor industri rotan di Kotim, mulai terpuruk saat pemerintah pusat melarang melakukan ekspor rotan mentah ke luar negeri pada akhir tahun 2011 yang lalu. Kini rotan mulai jatuh harga dipasaran dan diharapkan oleh petani rotan, harga rotan terus membaik dan diharapkan bisa mensejahterakan mereka.

“Apalagi masa pandemi covid-19 sekarang ini kasihan para petani apa bila harga rotan tidak stabil bisa dipermainkan tangkulak.”Terang Audy.

Penulis :Zainal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *