Tangkal Penyebaran Corona, Ibu Hamil Kota Blitar, Wajib Jalani Rapid Test Antigen

  • Whatsapp
ilustrasi Ibu hamil jalani pemeriksaan.

Blitar, Infobanua.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar, melalui Dinas Kesehatan Kota Blitar, mewajibkan para ibu hamil untuk menjalani skrining rapid test antigen maupun rapid test antibodi.

Skrining rapid test itu sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan penyebaran covid-19 kepada para ibu hamil, seperti yang dilakukan Puskesmas Sananwetan, Kota Blitar, Kamis 18-02-2021.

Dimana Puskesmas Sananwetan, mengadakan skrining rapid test antigen kepada para ibu hamil di wilayahnya.

Ada sebanyak 24 orang ibu hamil mengikuti rapid test antigen di Puskesmas Sananwetan dan hasilnya semua negatif.

Kepala Puskesmas Sananwetan, dr.Trianang Setyawan, mengatakan bahwa, ibu hamil yang mengikuti rapid test antigen yang usia kandungannya mulai 37 minggu sampai 38 minggu dan belum menjalani skrining dalam tiga minggu terakhir ini.

Dari hasil pendataan, terdapat 42 orang ibu hamil di wilayah Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Namun, setelah diseleksi hanya ada 35 orang ibu hamil yang masuk sasaran menjalani skrining rapid test antigen.

“Dari 35 orang itu, yang datang hanya 24 orang. Dengan hasil skrining semuanya dinyatakan negatif,” kata Kepala Puskesmas Sananwetan, dr.Trianang Setyawan.

Menurut Trianang, sesuai Surat Edaran dari Dinas Kesehatan Kota Blitar, para ibu hamil yang usia kandungannya mulai 37 minggu sampai akan melahirkan wajib menjalani skrining rapid test antigen maupun rapid test antibodi.

Skrining lewat rapid test itu untuk mendeteksi dini dan pencegahan penyebaran covid-19 kepada para ibu hamil.

“Ini sebagai upaya deteksi dini apakah ibu hamil terkonfirmasi covid-19 atau tidak. Jika hasil skrining dinyatakan reaktif, akan ditindaklanjuti dengan test swab gratis,” pungkasnya.(Eko.B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *