Demi Menghidupi Keluarganya, Pariyadi Rela Banting Setir dari Sopir Menjadi Peternak Itik

  • Whatsapp

KENDAL, infobanua.co.id – Pariyadi seorang buruh serabutan yang berprofesi sebagai Supir Truk Pasir asal Dusun Krajan Tengah Rt, 09/02, Desa Meteseh, Kec. Boja Kab, Kendal ini menuturkan riwayatnya pada tokoh masyarakat bapak Amin Lukito dan awak media, Jumat (19/2/2021).
“Dalam penuturannya Pariyadi yang saat ini baru merintis usahanya jadi peternak karena situasi Pandemi Covid-19, membuatnya susah mencari muatan pasir atau jasa angkut lainnya, saat ini orang yang mau membangun banyak berkurang dan sepi muatan.
Saya mempunyai 3 orang anak yang masih membutuhkan banyak biaya sekolah, Usia saya sudah 40 tahun, karena susahnya kerja jadi supir jasa, yang kadang ada kadang tidak, Saya mencoba usaha ternak Itik/Bebek supaya mendapatkan tambahan penghasilan lain di samping tetap jadi supir truk.

Masih penuturan Pariyadi, dalam kesehariannya saya harus mencukupi kebutuhan rumah tangga yang tinggi dengan keperluan ke 3 orang anak serta Istri yang hanya Ibu rumah tangga, Saya terinspirasi dengan lingkungan rumah yang dekat persawahan juga sungai, akhir cerita saya nekat dengan sedikit uang tabungan untuk modal beli Itik/Bebek dari tetangga sendiri sejumlah 200 ekor Itik/Bebek baru pecah cangkang per’ekor dengan harga 10 ribu rupiah, modal 2 juta rupiah tersebut saya mulai usaha ternak kecil-kecilan”,.tuturnya.

Pada situasi pandemi seperti saat ini saya tidak merasa putus assa, tapi bagaimana bisa mendapatkan tambahan hasil demi mencukupi kebutuhan keluarganya. Selama oandemi Covid-19 ini, dengan adanya bantuan dari program pemerintah ” Saya berharap untuk Pemerintah Desa Meteseh bisa lebih memperhatikan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), agar ekonomi Desa Meteseh tetap membaik dengan usaha mandiri di saat oandemi Covid-19 ini”kata Pariyadi.

Pariyadi juga menambahkan” dengan usahanya membuat ternak Itik/Bebek saat ini saya bisa memanen telur setiap pagi, dan menjual telur ke warung dan pasar dengan harga per’butirnya antara 1500–2000 rupiah, dengan jumlah itik/bebek 200 ekor setiap pagi bisa menjual telur rata-rata 100 butir, alhamdulilah satu bulan saya ada tambahan uang 3-5 juta rupiah” tambahnya.

Semoga apa yang sudah saya lakukan ini bisa membuat inspirasi orang-orang untuk menciptakan lapangan kerja sendiri tidak harus ternak mungkin bisa usaha lain, apalagi saat pandemi seperti sekarang ini, semoga Covid-19 segera hilang dan kerja lancar lagi, ” Harapan untuk kedepannya Pemerintah Daerah dan khususnya Desa Meteseh bisa mempermudah warganya mendapatkan bantuan UMKM supaya dapat modal usaha” pungkasnya.(HS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *