Baru Pertama Kali Bupati Lantik Guru Menjadi Kepala Sekolah

  • Whatsapp

Buntok, infobanua.co.id – Disnas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng) melaksanakan pelantikan guru menjadi Kepala Sekolah (Kepsek) di tingkat TK PAUD, SDN dan  SLTP atau SMP se Kabupaten Barsel, yang juga baru pertama kalinya Kepala Daerah yang melantik Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Disdik ini. Senin (22/2/2021).

 

Ada 42 guru yang dilantik menjadi Kepsek Se Kabupaten Barsel, di antaranya adalah terdiri dari 17 orang guru SMP, 24 orang guru SD dan 1 guru TK Paud. Dari 17 guru SMP ini, ada 6 orang diantaranya yang perpanjangan Surat Keputusan (SK) dan sisanya lagi adalah murni dari hasil seleksi tahun 2020 lalu.

 

Kepala Disdik Barsel Drs. H. Sua’ib mengatakan, sesuai dengan Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 6 tahun 2018, bagaimana peran atau kedudukan kepsek sekarang bukan lagi menjadi guru yang diberi tugas tambahan, tetapi kepsek merupakan seorang manajer yang harus menguasai manajemen secara keseluruhan termasuk manajemen keuangan.

 

“Ini memang baru pertama kali ada Bupati melakukan pelantikan guru, dan ini juga pertama kali dilakukan selama saya menjadi Pengawai,” ucapan ya kepada wartawan.

 

Lanjutnya, sejak tahun 2019 Disdik sudah melakukan berbagai upaya untuk menyesuaikan dengan aturan-aturan yang ada, dan sesuai dengan surat edaran Dirjen nomor 199 8/7 b 1 3/5 7/15 tentang tata kelola kepala sekolah dan pengawas sekolah. Yang mana pada point 4,  menyatakan bahwa bagi Kepsek yang sedang menjabat sebelum diterbitkannya Permendikbud Nomor 6 tahun 2019 namun belum memiliki surat tanda tamat Pendidikan dan Pelatihan, mereka tetap akan mendapatkan hak untuk mendapatkan activity dengan mengikuti dan lulus diklat penguatan Kepsek.

 

“Maka dari itu kita harus punya cadangan atau stok Kepsek yang memiliki sertifikat karena ke depannya tanpa sertifikat maka kedudukan kepsek itu sendiri jadi tidak kuat, bahkan ancamannya Kepsek yang tidak memiliki sertifikat tidak berhak menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” beber Sua’ib.

 

Ditempat yang sama Bupati Barsel H. Eddy Raya Samsuri mengatakan, pelaksanaan yang pertama kali dilakukan di Kabupaten Barsel ini, semoga saja para guru-gura mempunyai motivasi, dedikasi untuk bisa menjadikan anak dididknya menjadi bisa lebih cerdas, jadi lebih bermakna dikehidupan mereka sehari-hari. ali/ang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *