Selama Pandemi covid-19 Pemasungan ODGJ di Blitar Meningkat

  • Whatsapp
Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Blitar, Krisna Yekti.

Blitar, Infobanua.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, menyatakan jika selama masa pandemi covid-19. kasus pemasungan terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) meningkat.

Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Blitar, Krisna Yekti, mengatakan bahwa, data yang ada di Dinkes pada tahun 2020 lalu, hanya ada 09 kasus ODGJ yang masih hidup dalam pasungan.

“Sembilan orang tersebut adalah ODGJ yang kondisinya sudah parah. Tapi saat dilakukan pendataan ulang, kini tercatat ada 19 kasus ODGJ dipasung,” kata Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Blitar, Krisna Yekti, Senin 22-02-2021.

Menurut Krisna, bahwa penambahan ODGJ yang terpasung itu berasal dari Kecamatan Binangun, Kademngan, Srengat, Wonodadi, Ponggok, Nglegok, Sanankulon, Gandusari, Wates, dan Kecamatan Selorejo.

“Ada tambahan 10 orang, jika awalnya 09 orang, sekarang ada 19 ODGJ terpasung,” jlentrehnya.

Selanjutnya Krisna menjelaskan bahwa, penambahan selama pandemi covid-19, karena tenaga ahli penanganan pasien ODGJ dalam pasungan tidak memberikan layanan karena Kabupaten Blitar selalu masuk Zona bahaya penularan covid-19.

“Sehingga banyak pasien yang awalnya sudah lepas pasung kembali dipasung oleh keluarganya karena kambuh lagi,” ungkapnya.

Lebih dalam Krisna menerangkan, bahwa para tenaga ahli baru bisa melakukan pelayanan pada bulan November 2020 lalu. Sebelumnya, selama pandemi covid-19, mereka tidak memberikan pelayanan karena kondisi penularan covid-19 di Kabupaten Blitar sempat mengkhawatirkan.

Dengan tidak adanya pelayanan dari tenaga ahli tersebut, pihak keluarga biasanya memilih untuk melakukan pemasungan lagi jika pasien kambuh.

“Alasannya, karena mereka tidak mau ambil risiko. Keluarga trauma karena pasien pernah mengamuk hingga mengancam jiwa orang lain,” pungkasnya. (Eko.B) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *