BPBD Blitar Himbau Warganya Untuk Terus Waspada Menghadapi Cuaca Ekstrem

  • Whatsapp
Kepala Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Achmad Cholik.

Blitar, infobanua.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, dalam hal ini Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, menghimbau kepada warga masyarakat di wilayahnya untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

Kepala Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Achmad Cholik, mengatakan bahwa, himbauan itu setelah diprediksi musim hujan masih terjadi di bulan Pebruari 2021. Sehingga kondisi ini masih berpotensi terjadinya bencana Hidrometeorologi.

“Kami menghimbau kepada warga masyaraat agar tetap waspada,” kata Kepala Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Achmad Cholik, kepada awak media, Selasa 23-02-2021.

Menurut Achmad Cholik, bahwa cuaca ekstrem yang terjadi dapat menyebabkan bencana Hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor.

Karena berdasarkan pengalaman yang terdahulu, cuaca ekstrem diperkirakan masih terus berlanjut di wilayah Kabupaten Blitar.

Umtuk itu warga masyarakat dihimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaannya dalam menghadapi potensi terjadinya cuaca ekstrem tersebut.

“Menjelang berakhirnya musim penghujan, biasanya ditandai dengan hujan lebat dan angin kencang. Kondisi ini benar-benar harus diwaspadai,” jlentrehnya.

Selanjutnya Cholik menjelaskan bahwa, sebagian besar Kecamatan di Kabupaten Blitar berpotensi terdampak bencana alam pada saat cuaca ekstrem melanda.

Sehingga warga dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya. Potensi bencana yang dimungkinkan terjadi di wilayah Kabupaten Blitar di antaranya tanah longsor, luapan air hingga banjir dan pohon tumbang.

“Kami menyarankan kepada warga masyarakat agar lebih mengenali lingkungan dan potensi bencana di tempat tinggalnya,” harapnya.

Lebih dalam Cholik menerangkan, jika sesungguhnya mitigasi itu sangat penting, karena selain memahami cuaca, juga memahami situasi di tempat tinggalnya, terutama daya dukung dan daya tampungnya.

“Kami berharap agar warga masyarakat bisa memahami situasi di tempat tinggalnya, masing-masing,” pungkasnya. (Eko.B) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *