UMKM Kabupaten Blitar, Terpuruk Ketika Dilakukan PPKM

  • Whatsapp
Kepala Bidang Produksi dan Restrukturisasi Usaha Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar, Lyes Setyaningrum.

Blitar, Infobanua.co.id – Nasib Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Blitar, sejak pandemi Corona Virus Disease-2019 atau covid-19, apalagi sejak dilakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), menjerit dan semakin terpuruk.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar, melalui Kepala Bidang (Kabid) Produksi dan Restrukturisasi Usaha Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar, Lyes Setyaningrum, mengatakan bahwa, Kabupaten Blitar menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang memberlakukan PPKM.

Kebijakan pemberlakuan PPKM dilanjut dengan pelaksanaan PPKM skala Mikro. Sehingga penerapan PPKM berimbas pada penurunan omzet yang cukup signifikan di sektor UMKM.

“Penerapan PPKM sangat berdampak terhadap menurunnya omzet pelaku UMKM,” kata Kabid Produksi dan Restrukturisasi Usaha Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar, Lyes Setyaningrum, kepada awak media, Rabu 24-02-2021.

Menurut Lyes Setyaningrum, bahwa penurunannya sangat drastis sekali, padahal awal mewabahnya covid-19, mereka masih stabil, karena masih ada beberapa permintaan,” jlentrehnya.

Masih menurut Lyes Setyaningrum, setelah penerapan PPKM membuat aktivitas pelaku UMKM tersendat. Padahal beberapa produk UMKM tersebut sangat potensial.

Adapun UMKM yang masih bisa berjalan di masa pandemi seperti produk kuliner makanan siap saji yang merupakan kebutuhan pokok sehari-hari.

“Dengan diterapkannya PPKM membuat pelaku UMKM tidak bisa melakukan apapun. Karena bila masuk daerah lain sangat ketat, sehingga tidak ada permintaan dan mengalami penurunan dratis,” ungkapnya.

Selanjutnya Lyes Setyaningrum, menerangkan bahwa, jika dilihat dari potensi di lapangan, yang masih bisa jalan saat ini adalah produk kuliner.

Masakan siap saji yang bisa diantar. Di sisi lain, hal itu merupakan kebutuhan dan dirasa lebih praktis, sehingga banyak juga yang beralih ke sektor kuliner tersebut.

Akhirnya pihaknya berharap agar pandemi covid-19 segera berakhir. Sehingga kondisi sosial ekonomi masyarakat khsususnya di sektor UMKM bisa kembali pulih.

“Semoga pandemi covid-19 segera berakhir sehingga tidak ada lagi pembatasan kegiatan. Sehingga kehidupan yang normal akan membuat UMKM di Kabupaten Blitar bisa segera menggeliat, bangkit dan pulih kembali,” pungkasnya. (Eko.B) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *