PT.Indocemen Tunggal Perkasa Tbk Plant Tarjun adakan Pelatihan Bulan K3 2021 & Kesiagaan Tanggap Darurat Penanganan Bencana Bagi Pelajar 5 SMK Mitra.

  • Whatsapp

Kotabaru, infobanua.co.id – Sebagai salah satu rangkaian kegiatan bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3,) Produsen Semen Tiga Roda PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk Plant Tarjun (PT ITP) kembali memberikan edukasi menggelar virtual learning pelatihan K3, kesiagaan tanggap darurat penanganan bencana bagi pelajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mitra PT ITP, kemarin.

Seminar kali ini mengusung tema “Penerapan Budaya K3 Dalam Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) Yang Unggul Melalui Peningkatan Kompetensi Bidang K3” dan diikuti oleh siswa dan dewan guru dari SMK Negeri 1 Kotabaru, SMK Negeri 2 Kotabaru, SMK Negeri 1 Simpang Empat, SMKS Kodeco Simpang Empat dan SMKS Tunas Bangsa.

Kegiatan dipandu oleh Akhmad Ramadani dan Sudirman Noor, Safety Inspector PT ITP sebagai narasumber, untuk materi yang diberikan narasumber adalah pengetahuan seputar penerapan Sistem Manajemen K3, peningkatan kompetensi bagi pelajar di bidang K3, pengenalan potensi dan upaya pencegahan, serta penanggulangan dini dari resiko potensi bahaya dan Kesiagaan Tanggap Darurat Penanganan Bencana.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pendalaman materi mengenai profil Indocement, kegiatan CSR Indocement, Undang-undang K3, Life Saving Rules (LSR) dan Orientasi Job Training (OJT) berupa teori dan praktik melalui virtual learning secara langsung dalam pembuatan JSA (Job Safety Analisys) serta pengendalian resiko bahaya dan kesiagaan tanggap darurat penanganan bencana yang pemaparannya juga dikemas dengan penayangan video.

Dalam pemaparan yang disampaikan oleh Sudirman Noor bahwa, kegiatan yang digelar di bidang K3 peserta dilatih dan diberikan pengetahuan untuk dapat menganalisa potensi resiko bahaya serta pengendalian resiko bahaya dan kesiagaan tanggap darurat penanganan bencana.

“Kegiatan yang dilaksanakan tentunya dapat memberikan edukasi yang baik bukan hanya kepada siswa namun juga kepada tenaga pengajar di sekolah,” tuturnya.

Sementara SHECSR Departmen Head PT ITP, H Teguh Iman Basoeki mengatakan bahwa, program yang dilaksanakan dalam rangkaian peringatan bulan K3 Nasional 2021 sekaligus komitmen dan inovasi perusahaan di kala pandemi Covid-19.

“Tentu ini dalam rangka turut membangun SDM yang dalam hal ini pelajar di SMK Mitra kerjasama dengan PT ITP. Dengan materi di bidang K3 ini, diharapkan guru dan pelajar di SMK mitra mendapatkan ilmu yang bermanfaat baik selama masa belajar dan nanti pada saat di dunia kerja serta pengendalian resiko bahaya dan kesiagaan tanggap darurat penanganan bencana,” terang Teguh.

Dikesempatan yang sama, I Gusti Ngurah Indrayasa S Pd selaku tenaga pengajar di SMK Negeri 2 Kotabaru sangat sangat mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada PT ITP yang telah berinisiasi menggelar webinar K3 dan kesiagaan tanggap darurat bencana, pastinya sangat bermanfaat pendidik dan peserta didik dalam menambah wawasan pengetahuan mengenai K3 dilingkungan kerja yang bertujuan membangun kesadaran serta pemahaman terhadap begitu pentingnya standard K3.

“Saya mewakili para pendidik sangat apresiasi dan berterimakasih sekali kepada PT ITP yang menggelar webinar K3 ini untuk dapat dijadikan sebagai pedoman untuk menciptakan cara bekerja yang aman dan selamat agar terhindar terhadap potensi risiko kecelakaan kerja serta sakit akibat kerja,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakannya, peranan K3 dalam pekerjaan sehari-hari sangat penting bagi para pendidik dan peserta didik karena sangat diperlukan dalam upaya untuk mengendalikan potensi bahaya dan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat sebagai prioritas dalam melakukan pekerjaan.

“Kegiatan yang digelar Indocement ini juga sangat bermanfaat bagi siswa kami di sekolah dalam pemberian pendidikan dan wawasan pentingnya dalam mengantisipasi serta penanggulangan terhadap bencana,” sambungnya.

Diharapkannya pelatihan K3 dalam bentuk bimtek mampu menjadi acuan dasar sehingga nantinya penanganan K3 dan pengendalian potensi bahaya serta penanganannya dapat terkelola dengan sangat baik.

“Yang jelas dapat meningkatkan mutu tenaga pendidik dan peserta didik dalam memberikan sharing pengetahuan penerapan peningkatan kompetensi di bidang K3 dan tanggap darurat penanganan bencana,” pungkasnya.

(JL).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *