TMMD Ke 110 Gelar Penyuluhan Dampak Pernikahan Dini Terhadap Warga Pariangan

  • Whatsapp

Kandangan – Rangkaian kegiatan TMMD ke-110 Tahun 2021 di Kampung pariangan desa Batu Bini Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kali ini digelar penyuluhan tentang dampak perkawinan dini, dari Kantor yang bertempatkan di TK Ananda, kampung pariangan Desa Batu Bini, Kecamatan Padang Batung, Jum’at (5/3)., Jum’at siang(05/03).

Kegiatan penyuluhan ini merupakan hasil kerjasama dengan Dinas PPKBPPPA, dengan tujuan untuk menekan angka pernikahan dini, dengan mejelaskan kepada para audiensi mengenai berbagai dampak pernikahan dini.

Dalam kesempatan itu penyuluhan dampak pernikahan dini disampaikan oleh Bapak Maulidy Rifani S.Mn, Kepala Seksi Advokasi dan Pendayagunaan Tenaga Lapangan KB.

Bapak Maulidy Rifani, S.Mn, memberikan pemaparan tentang Undang-undang pernikahan No. 16 Tahun 2019 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 7 Ayat (1) tentang perkawinan.

Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa perkawinan atau pernikahan dini adalah pernikahan yang terjadi pada gadis di bawah usia 19 tahun(baik itu sah maupun tidak), menurut BKKBN usia ideal menikah adalah pria minimal pada usia 25 tahun dan wanita pada usia 21 tahun.

“Berangkat dari penegasan pasal tersebut, maka yang dimaksud perkawinan dini adalah perkawinan yang salah satu pihak atau kedua belah pihak belum mencapai batal minimal usia perkawinan yang diizinkan oleh peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Ia menguraikan faktor penyebab perkawinan dini. Yakni meliputi adat kebiasaan leluhur, rasa malu menjadi perawan tua, dan faktor orang tua yang biasanya ingin cepat melepas tanggung jawab.

“Faktor lain, yaitu adanya pergaulan bebas, hamil sebelum nikah dan anggapan punya istri banyak adalah simbol kemakmuran kaum pria. Padahal dampak yang ditimbulkan pernikahan dini cukup besar,” jelasnya.

“Akibat pernikahan dini, maka anak kehilangan kehidupan masa kecil yang ceria. Secara otomatis putus sekolah, cepat dewasa, perkembangan kepribadian atau kejiwaan terhambat, kurang matang dalam berpikir, rawan pertengkaran hingga mengarah perceraian dan kehamilan dini dengan penuh risiko.

Sebagai orang tua dan keluarga berkewajiban mencegah terjadinya perkawinan dini. Caranya dengan mengasuh, memelihara, mendidik dan melindungi anak serta menumbuhkembangkan anak sesuai kemampuan minat dan bakatnya,” bebernya.

Terpisah, Dandim 1003 Kandangan, Letkol Arm. Dedy Soehartono, S.IP selaku Dansatgas TMMD berharap, penyuluhan ini dapat mengurangi angka pernikahan dini di HSS khususnya di Kecamatan Padang Batung.

“Harapan kami semoga materi tadi dapat diterapkan dalan kehidupan sehari-hari dan di masyarakat Padang Batung, khususnya di kampung pariangan Desa batu bini,” tandas Dandim.

Hum/IB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *