Bupati Kutim Ikut Panen Selada dan Pakcoy di Green House Hidroponik – Milik SLB Negeri, Program Pendampingan PT Pertamina

  • Whatsapp
Bupati Penen Perdana Selada dan Pakcoy di Green House Hidroponik Milik SLB Negeri Kutim. (Foto: Wahyu Yuli Artanto Pro Kutim)

SANGATTA – Pada Sabtu (6/3/2021) pagi, Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kutim. Kunjungan kerja itu untuk ikut melakukan panen perdana selada dan pakcoy di Green House Hidroponik milik SLB Negeri Kutim hasil garapan perusahaan plat merah yakni PT Pertamina EP Sangatta Field.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa melihat hasil karya dari SLB salah satu diantaranya Green House ini. Menghasilkan sayur yang tidak menggunakan pupuk kimia tapi menggunakan sistem hidroponik,” kata H Ardiansyah Sulaiman.

Menurut, Ardiansyah, jika lahan Hidroponik ini lebih luas dipastikan lebih bagus lagi. Sebab, nantinya pasti bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang biasa mengkonsumsi makanan sistem hidroponik.

“Mudah-mudahan ini bisa berkembang terus-menerus, saya juga mendorong hal ini menjadi unit usaha mereka,” ujar orang nomor satu di Kutim tersebut.

Pasalnya, hasil dari penjualan bisa menjadi upaya meningkatkan kesejahteraan guru-gurunya. Ia juga berharap kedepan Sekolah ini bisa menambah lagi selain bidang pertanian, tetapi peternakan dan sebagainya.

“Terimakasih juga untuk PT Pertamina dan pihak terkait lainnya yang sudah membantu SLB dalam mengelola, mendidik dan membuatkan karya tertentu untuk anak-anak ini,” ungkap Ardiansyah.

Sebelumnya, Hanif Setiawan, Manager PT Pertamina EP Sangatta Field mengatakan bangga bisa melakukan hal yang baik tersebut. Ia pun mengapresiasi seluruh keluarga besar SLB Negeri Kutim.

” PT Pertamina EP Sangatta Field sudah menjadi mitra strategis, khususnya masyarakat Kutim dibidang pendidikan. Dengan memfasilitasi mereka nanti bakal membuat Indonesia maju,” ucap Hanif.

Sementara itu, Kepala Sekolah SLB Negeri Kutim, Haristo mengatakan, jumlah murid SLB sekarang ada 121 murid. Namun diperkirakan di Kutim ada 400 siswa siswi yang berkebutuhan khusus tidak sekolah dan sisanya tersebar di SLB Swasta lainnya.

“Perkembangan infrastruktur di SLB, allhamdulillah sudah berkembang dari sebelumnya belum,” tutupnya. (hms7/hms3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *