Wamen LHK Pantau Hasil Penanaman Di Areal Kritis Kawasan Hutan Lindung Desa Karang Taruna Tanah Laut

  • Whatsapp

Usai Kegiatan, Alue Dohong Berikan Bantuan Uang Tunai Kepada Kelompok Tani Hutan Sebesar 50 Juta

PELAIHARI, infobanua.co.id – Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong memantau hasil penanaman di areal kritis kawasan hutan lindung daerah Desa Karang Taruna Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut, Rabu (10/3).

Didampingi Dirjen PPKL Kementerian LHK Karliansyah, Sekretaris Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian LHK Hanif Faisol Nurofiq, Plt Kadishut Kalsel Hj Fatimatuzzahra dan Kadis LH Hanifah Dwi Nirwana.

Kedatangan rombongan Wamen LHK disambut oleh Sekda Tanah Laut Dahnial Kifli, beserta Forkopimda Tala dan jajaran SKPD di lingkup Pemkab Tala.

Dalam sambutannya Wamen LHK berharap hasil penanaman di lahan kritis kawasan hutan lindung terus dijaga dan dirawat agar jangan sampai mati.

“Terus pantau pohon yang telah ditanam di lahan kritis, jangan sampai mati,” harap Alue Dohong.

Kemen LHK juga telah meluncurkan program geotagging Dimana pohon dapat dicatat secara digital titik koordinatnya.

“Jadi pohon yang sudah ditanam dapat dipantau melalui program tersebut,” katanya.

Rehabilitasi di lahan kritis merupakan salah satu hal yang paling penting di Kementerian LHK.

“Pekerjaan penanaman lahan kritis merupakan program prioritas di Kementerian LHK, setiap tahunnya kita menargetkan penanaman seluas 800 ribu hektar di lahan-lahan kritis berbagai wilayah Indonesia,” katanya.

Untuk melaksanakan program penanaman atau revegetasi perlu pelibatan masyarakat dan pihak swasta secara aktif.

“Pelibatan unsur masyarakat dan swasta perlu diberikan ruang lebih besar lagi dalam berbagai proyek rehabilitasi sehingga tanaman dapat sekaligus dipantau dan dirawat jangan sampai mati,” katanya.

Program penghijauan perlu terus dipacu agar tutupan hutan segera pulih kembali dan ekologi juga membaik.

“Bila lahan kritis dapat diatasi maka musibah banjir bisa kita minimalisir, ke depannya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat secara tidak langsung, karena bila dampak bencana diminimalisir maka negara maupun masyarakat dapat menghemat pengeluaran dalam rangka pemulihan ekonomi pasca bencana,” kata Alue.

Usai kegiatan, Alue Dohong menyerahkan bantuan dana dari Bank Pesona untuk beberapa kelompok tani hutan (KTH) di Tanah Laut. Masing-masing mendapatkan Rp 50 juta, bantuan tersebut diperuntukkan untuk kegiatan KTH dalam rangka kegiatan peningkatan perekonomian masyarakat perhutanan. Pungkasnya

Febri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *