Rangkul Industri Terdampak Covid-19 Pemerintah Gratiskan PPNBM Untuk Mobil Di Bawah 1500 Cc

  • Whatsapp

BANJARBARU, infobanua.co.id – Pada awal Maret 2021 tadi. Pemerintah resmi memberlakukan insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBmM).

Sesuai dengan acuan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 20/PMK.010/2021 tentang Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Atas Penyerahan Kena Pajak Yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Tertentu yang Ditanggung Pemerintah untuk tahun anggaran 2021.

Beleid ini di luncurkan per tanggal 26 Februari 2021. Adanya keringanan pajak dp mobil yang ditawarkan pemerintah ini tentu merupakan salah satu cara menghidupkan industri otomotif yang sempat mati suri dikarenakan hadirnya pandemi covid–19.

Hal ini diutarakan Rustamaji selaku Kepala Bidang Pendapatan Daerah Badan Keuangan (BAKEUDA) Kalsel saat ditemui diruang kerjanya, Senin (15/3).

“Tentunya dengan adanya PPnBM ini diharapkan bisa meningkatkan animo masyarakat maupun pelaku usaha terhadap konsumsi kendaraan bermotor baru hal ini tentu akan terkoreksi positif terhadap penerimaan PKB dan BBNKB dengan catatan bahwa perekonomian di tingkat lokal mengalami pemulihan atau bangkit kembali di Kalimantan Selatan setelah pasca pandemi Covid-19 dan musibah banjir yang bisa dibilang ini juga salah satu langkah pemerintah untuk menghidupkan kembali industri otomotif di banua,”ucapnya.

Sebagai informasi pembebasan pajak mobil baru ini berlaku untuk mobil yang berada di bawah 1500 cc. Jika di atas 1500cc maka tidak dikenakan untuk biaya pembebasan pajak. Rustam juga menjelaskan di sisi lain penjualan kendaraan bermotor second/bekas juga turut tertekan dikarenakn imbas PPnBM ini namun tidak terlalu signifikan.

“Tertekannya penjualan kendaraan bermotor second/bekas, namun tidak terlalu signifikan, dikarenakan segment permintaan ini hanyar mengait pasar khusus,” jelasnya.

Tidak hanya itu, kebijakan ini juga terus dievaluasi agar dapat diikuti perkembangan program yang dapat memacu produksi otomotif dari hulu ke hilir maupun konsumsi masyarakat, pelaku usaha atau investasi.

“Hadirnya kebijakan/program ini bisa dibilang jadi pemacu produksi otomotif dari hulu ke hilir, dan diharapkan dapat meningkatkan konsumsi masyarakat maupun pelaku usaha pada kendaraan bermotor baru, terutama dalam jenis mobil ”ungkap Rustam.

Pembebasan pajak dp mobil 0% sendiri ditiap bulannya akan berangsur – angsur naik dan berakhir sampai dengan penghujung tahun 2021 nanti.

“untuk realisasi PPnBM ini sendiri nanti naiknya bisa berangsur, misal dibulan ini 0% di bulan depan yakni april 25% dan seterusnya dan kebijakan PPnBM ini berlaku sampai dengan akhir tahun.” Pungkasnya.

febri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *