Perda Retribusi IMTA Akan Segera Berlaku di Kabupaten Barsel

  • Whatsapp

Buntok, infobanua.co.id – Peraturan Daerah (Perda) terkait ritribusi Ijin Memperkerjakan Tenaga Asing (IMTA) tidak lama lagi akan segera berlaku di Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng).

Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) tentunya harus dapat memberikan kontribusi terhadap Daerah. Kontribusi yang dimaksud bukan hanya dinilai dari segi produk yang dihasilkan oleh TKA itu sendiri, baik itu jasa atau barang. Akan tetapi juga dalam bentuk retribusi yang dikenakan pada saat perpanjangan IMTA tersebut, dan ini sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu sendiri.

Seperti yang diketahui, bahwa IMTA berdasarkan pasal 29 ayat (1) Peraturan Mentri (Permen) Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 12 Tahun 2013 tentang  tata cara penggunaan TKA, selanjutnya pada pasal 30 disebutkan bahwa perpanjangan IMTA pada lingkup satu Wilayah Kabupaten diterbitkan oleh Kepala Dinas (Kadis) Kabupaten atau Kota.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Disnaketrans Barsel, Agus In’ Yulius melalui Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja, Nariani Sivenrti, SP, saat diwawancarai dikantornya, pada Selasa (16/3/2021).

Nariani mengatakan, pada Tahun 2020 lalu kita sudah mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) terkait IMTA kepihak Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, dan pada Bulan Agustus Tahun lalu Ranperda ini sudah disetujui pihak DPRD Barsel. Lalu pada Bulan selanjut Pemda setempat mengajukan Ranperda ini ke pihak Provinsi, selanjutnya Ranperda kita ini ditanggapi dan disetujui oleh pihak Provinsi.

Terus Disnaketrans Barsel meneruskan Ranperda tersebut ke Seketaris Daerah (Sekda) Provinsi untuk ditindaklanjuti, terus Sekda Provinsi meneruskan lagi usulan tadi ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Dari awal Januari sampai Feruari Tahun 2021 tadi belum ada tanggapan dari pihak Kemendagri, lalu pada awal Bulan Maret tadi saya sepakat dengan Kepala Disnaketrans menyambangi Kemendagri untuk menanyakan kapan kepastian itu akan terealisasi,” ucapnya.

Lanjutnya, kami juga meminta pendampingan dari Pemda tingka II melalui Disnaketrans Provinsi dari bidang hukum yang membidanginya untuk mendampingi kami kesana, agar kami bisa kesana.

“Dan kami sudah kunsoltasi dengan pihak Kemendagri terkait IMTA ini, berdasarkan hasil kunsoltasi kami dengan pihak Kemendagri, katanya usulan itu masih diproses, dan pada intinya usulan Barsel sudah disetujui,” kata Nariani

Masih dikatakan wanita yang mempunyai Tiga putra ini, kalau bisa secepatnya pada Tahun ini juga Disnaketrans Barsel sudah bisa menjalankan retribusi IMTA ini, karena ini bisa menjadi PAD untuk Kabupatrn Barsel agar bisa lebih maju lagi dari Kabupaten lainnya.

“Keinginan kami Seharusnya IMTA ini sudah bisa dipungut dari awal Tahun tadi, karena di awal Tahun yang seharusnya untuk mengurus perpanjangan ijin tersebut,” ungkap Nariani.

Nariani juga menambahkan, karena perpanjangan inikan sipatnya dalam Satu Tahun, jadi kalau orang sudah mengurus perpanjangannya kita tinggal menunggu perpanjangan di Tahun berikutnya saja lagi.

“Inilah kenapa kami ingin cepat diawal-awal, agar sebelum orang-orang mengurus untuk Tahun 2021, kami sudah siap dalam hal retribusi IMTA ini,” bebernya

“Mudah-mudahan masalah retribusi IMTA untuk Kabupaten yang berjuluk Dahani Dahanai Tuntung Tulus ini bisa selesai sebelum Bulan April Tahun 2021 ini,” harap Nariani. (Fan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *