PKN Boven Digoel Terima Laporan, Puluhan Juta Dana Kampung Di Potong Tidak Jelas

  • Whatsapp

Boven Digoel, Infobanua.co.id – Selain terjadinya pemotongan pada dana kampung untuk penanganan Covid-19 pada tahun 2020 lalu, ternyata dana pada setiap kampung yang ada di Kabupaten Boven Digoel terpotong lagi pada tahapan ketiganya. Namun pemotongan itu tidak ada kejelasan dan siapa yang telah melakukan pemotongan.

Yang mana hal itu di ungkapkan oleh Ketua perkumpulan Pemantau Keuangan Negara (PKN) Kabupaten Boven Digoel, Heberlinton Butar-Butar, usai menerima laporan dari salah satu kepala kampung yang ada di Distrik Fofi Kabupaten Boven Digoel, Selasa (16/03/2021).

Ia mengatakan berdasarkan laporan yang diterima, pada tahun 2020 lalu telah terjadi pemotongan terhadap dana kampung antara 25-35 persen. Pemotongan tersebut di bagi menjadi beberapa bagian. Di antaranya adalah untuk bantuan tunai kepada warga kampung.

“Selain itu ada dana yang berjumlah Rp.114 juta juga yang di tarik pada dana kampung. Namun seluruh kepala kampung tidak mengetahui dengan jelas, pihak mana yang melakukan pemotongan. Entah itu dari pihak pemerintah provinsi atau kabupaten”, ucapnya lagi.

Selain Rp.114.000.000 yang tidak jelas, lanjutnya, pada tahapan ketiga di dana kampung pada tahun 2020 lalu terpotong lagi sebesar Rp.52.000.000. Mirisnya saat para kepala kampung bertanya tentang uang itu kemana kepada pihak yang berwenang di Kabupaten Boven Digoel, mereka mengatakan tidak tahu menahu.

“Jadi para kepala kampung ini pada bingung mau jelaskan ke warganya, karena terjadi adanya pemotongan siluman yang lebih sangat tidak jelas lagi”, imbuhnya.

Ia juga mengatakan telah menerima laporan bahwa sebanyak 112 kampung yang ada di Kabupaten Boven Digoel mengalami hal yang sama. Namun besaran uang yang terpotong berbeda-beda. Antara Rp.30.000.000 hingga Rp.60.000.000.

“Namun yang pasti, untuk 8 kampung yang ada di Distrik Fofi, besaran uang yang terpotong sama rata, yakni Rp. 52 juta. Nah itu berdasarkan pengakuan. Dimana nanti saya akan mengambil semua bukti-buktinya”, imbuhnya.

Ia juga mengatakan bahwa akan mengusut secara serius tentang dana-dana tersebut. Mulai dari Rp.114.000.000 yang tujuannya untuk apa, sampai kepada dana kampung di tahapan ketiga yang kembali terpotong oleh oknum yang tidak jelas.

“Tentu saya akan berkoordinasi dengan Ketua Umum kami dan seluruh ketua tim yang ada di Indonesia khususnya di Papua, agar kasus ini di selidi apakah terjadi juga di wilayahnya. Tentu juga kita akan ungkap kasus ini hingga tuntas”, tutupnya.[Heb]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *