Tangkal Corona, DPRD Kota Blitar Kunker ke Surabaya dan Bangkalan

  • Whatsapp
Ketua DPRD Kota Blitar, dr. Syahrul Alim.

Blitar, Infobanua.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Blitar, selalu berupaya untuk mensejahterakan warga mayarakat yang diwakilinya di parlemen, salah satunya adalah melakukan upaya belajar dari daerah lain untuk penanganan covid-19 agar semakin baik.

Seperti pekan lalu DPRD Kota Blitar melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kota Surabaya dan Kabupaten Bangkalan, Madura.

Ketua DPRD Kota Blitar, dr. Syahrul Alim, mengatakan bahwa, di dua daerah yang dikunjungi itu merupakan angka pertumbuhan covid-19 yang kian menurun. Untuk itu pihaknya ingin menerapkan sejumlah upaya untuk dilakukan di Kota Blitar.

“Wilayah Surabaya dan Bangkalan Madura, saat ini tidak separah dulu. Justru saat ini imunitas warganya semakin membaik,” kata Ketua DPRD Kota Blitar, dr.Syahrul Alim, Selasa 16-03-2021.

Menurut Syahrul, karena disana pembatasan masyarakat antar kota benar-benar dibatasi, seperti Kota Surabaya, saat ini progresnya kian membaik, padahal dulu diawal paling merah di Jawa Timur.

Selanjutnya dr.Syahrul berharap, agar seluruh wilayah Kota Blitar segera masuk ke Zona Hmijau. Dengan demikian pemerintah bisa semakin yakin memperbolehkan kegiatan warga masyarakat, salah satunya adalah menggelar pembelajaran tatap muka di seluruh Sekolah.

“Seperti Kota Surabaya yang merupakan kota metropolis terbesar ke dua di Indonesia. Di masa akhir kepemimpinan Bu Risma, covid-19 menurun dratis dan di kepemimpinan yang baru diperketat lagi makin membaik. Jadi Kota Blitar yang wilayahnya kecil dan warga masyarakat juga tidak terlalu banyak seharusnya bisa mencontoh,” jlentrehnya.

Lebih dalam dr.Syahrul menerangkan bahwa, dalam kunjungan tersebut juga menemukan hal baru. Salah satunya tentang daerah yang melakukan refocusing dalam hal bidang kebencanaan yang ada di Kabupaten Bangkalan.

Bila biasanya refocusing identik dengan penanganan covid-19. Di Bangkalan yang merupakan daerah curah hujan tinggi melakukan refocusing untuk pembangunan infrastruktur. Seperti membangun talud dan saluran air untuk mencegah dan mengurangi bencana banjir.

“Kota Blitar juga sering terjadi banjir kalau hujan deras turun. Tapi sudah bisa ditangani dengan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) yang telah kami anggarkan di awal tahun, dan tidak sampai menarik anggaran lain,” pungkasnya. (Eko.B) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *