39 Laporan Pengaduan Masyarakat, Akan Kenaikan Tarif Tagihan Air Dari PDAM Tirtanadi, Sampai Mencapai Rp.12 Juta

  • Whatsapp

Medan, Infobanua.co.id – Kepala Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Sumatera Utara, Abyadi Siregar mengemukakan, Pihaknya ada menerima 39 Laporan Pengaduan Warga/Pelanggan yang terdampak atas Kenaikan Tarif Tagihan Air dari PDAM Tirtanadi Provinsi Sumut. Dari laporan itu, Nominal Kenaikan bervariasi jumlahnya, dan yang tertinggi sampai mencapai Rp.12 Juta.

“Total Jumlah Laporan Pengaduan Masyarakat yang sudah diterima, sekitar 39 Laporan Pengaduan yang mengalami lonjakan Tatif Tagihan Air dari PDAM Tirtanadi yang tidak wajar, dan tentunya sangat meresahkan Masyarakat.

Sebenarnya, Laporan Pengaduan dari Warga ini, setiap harinya ada terus, tapi baru ini yang Ditabulasi,” ungkap Abyadi Siregar, di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Rabu (17/03/2021).

Disebutkan Abyadi, Posko Pelaporan Dampak Kenaikan Tarif Tagihan Air itu mulai dibuka, sejak tanggal 12 Maret 2021 yang lalu, sampai hari ini.

Berdasarkan Data Jumlah Tarif Tagihan Air dari Masyarakat yang Melapor, Angka Tarif Tagihan yang hendak dibayarkan itu melonjak tajam kenaikkannya, dari Dua Ratus Ribu Rupiah Setiap Bulannya, menjadi Rp.12 Juta.

“Jumlah Lonjakan Tarif Tagihan Tertinggi yang kita terima Laporan Pengaduannya itu, sampai mencapai Nilai Rp. 12 Juta.Sebelumnya diketahui Setiap Bulannya Rata-rata Konsumen tersebut membayar Rekening Tatif Tagihan Air itu, Sebesar Rp. 214 Ribu. Kemudian, saat ini Angka Tertinggi Kedua Tarif Tagihan itu ada sampai mencapai Rp 9 Juta,” katanya.

Meski Posko Pengaduan hanya dibuka hingga hari Rabu ini, Ombudsman Sumut tetap akan menerima Laporan Pengaduan Masyarakat yang masuk, sembari melengkapi Data Formil maupun Materil dari Laporan Pengaduan tersebut.

Tindakan yang akan dilakukan Ombudsman, sebut Abyadi, mengundang Pihak PDAM Tirtanadi untuk dimintai Klarifikasi atas permasalahan yang dialami Masyarakat, berdasarkan Laporan Pengaduan yang diterima.

“Yang sudah kita lakukan pada minggu ini, telah kita sampaikan Surat Pemanggilan kepada Direksi atau Dirut PDAM Tirtanadi untuk memberikan penjelasan akuratif atas lonjakan Tarif Tagihan Air sangat tinggi, yang mereka sampaikan kepada Masyarakat sebagai Konsumen, yang kita nilai sudah tidak menujukan kewajaran tersebut,” ujarnya.

Kepala Pemeriksaan Ombudsman Sumut, James Marihot Panggabean mengemukakan, Lonjakan Tagihan Air dari PDAM Tirtanadi yang dikeluhkan Masyarakat tersebut terjadi untuk Tagihan Berjalan di Bulan Maret 2021 ini.

“Kalau kita lihat sebenarnya pada Bulan Januari 2021, dan Bulan Februari 2021 yang lalu, Tarif Tagihan yang sudah dibayar sebelumnya itu normal, tapi mulai terjadi lonjakan yang sangat signifikan itu pada Bulan Maret 2021 ini,” sebutnya.

James Marihot menambahkan, Masyarakat yang melapor atas Kenaikan Tarif Tagihan Air itu diminta membawa Bukti Tagihan pada Bulan Januari. 2021, dan Bulan Februari 2021. Nantinya akan diketahui dari Hasil Pemeriksaan dapat disimpulkan, bahwa lonjakan tersebut rata-rata terjadi pada Maret 2021.

“Kesimpulan yang dapat kita terima dari Data Masyarakat, dan dari Pelapor itu menyatakan, bahwa Lonjakan Kenaikan Tagihan Tarif Air dari PDAM Tirtanadi itu, kita duga terjadi serentak itu, pada Bulan Maret 2021 ini. Seperti yang disampaikan Ketua Ombudsman tadi, meski Posko ditutup hari Rabu ini, kami tetap akan menerima Laporan Pengaduan dari Masyarakat,” pungkasnya.

(William/Ref)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *