Perkara Kasus Penipuan 4 Miliyar Terhadap Anggota Dewan Lanjut

  • Whatsapp

Medan, Infobanua.co.id – Sidang Lanjutan  Perkara Tindak Pidana Penipuan, dengan Terdakwa, sebagai Pelaku, bernama Siska Sari W Maulidhina yang didakwa oleh JPU, Rahmi dari Kejati Sumut, yang telah melakukan Tindakan Penipuan, Sebesar Rp. 4 Miliyar, terhadap Korban Rudi Hartono Bangun (Anggota DPR RI ), dan Beragendakan Putusan Sela oleh Majelis Hakim, yang Diketuai, Tengku Oyong.

Dalam Putusan Sela tersebut, Majelis Hakim PN Medan ini menolak Eksepsi Terdakwa Siska, dan Perintahkan JPU, untuk menghadirkan Saksi-saksi pada Sidang Lanjutan berikutnya, Selasa (16/03/2021).

Sebelum dimulai pelaksanaan dalam Persidangan kemarin, sempat Para Wartawan dilarang mengambil Foto Siska, sehingga terjadi keributan antara Wartawan dan Keluarga Siska Sari W Maulidhina, Alias Siska, (33), Terdakwa Perkara Dugaan Penipuan, Senilai Rp 4 Miliar, dengan Modus OTT KPK terhadap Rudi Hartono Bangun, selaku Anggota DPR RI dari Partai Nasdem tersebut. Pelaksanaan Sidang Lanjutan tersebut dilakukan di Ruang Cakra VII Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Terdakwa Siska yang merupakan Pelaku Utama dalam Perkara Tindak Pidana Penipuan tersebut, merupakan Warga Jalan Melati Raya, Blok VII, Lingkungan VIII No. 3, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia/Komplek Perumahan Lexus, Jalan Beringin VIII No. 96, Kelurahan Medan Helvetia, Kecamatan Helvetia, Kota Medan, yang Penahanannya telah dialihkan Majelis Hakim yang Diketuai oleh Tengku Oyong, hadir di Persidangan dengan mengenakan Jilbab Warna Kuning, dan memakai Busana Rompi Putih.

Dalam Persidangan dengan Agenda Eksepsi (Keberatan Atas Dakwaan) itu, Seorang Pria yang mengenakan Kemeja Kotak-kotak, Berwarna Merah, tiba-tiba melarang Wartawan yang akan mengambil Foto Terdakwa Siska yang sedang duduk di Kursi Pesakitan.

“Jangan difoto..!!,” sebut Pria tersebut. “Kenapa Abang Larang Saya Foto..?!,” jawab Salah Seorang Awak Media. Kemudian dengan Nada Tinggi, Pria Yang Tidak Diketahui Indentitasnya itu mengatakan kepada Kru Awak Media tersebut, “Kau Siapa..?!,” tanya Pria itu.

“Saya Wartawan, kenapa rupanya. Apa Hak Abang melarang Saya..?!,” tanya Kru Awak Media kembali. “Saya juga punya Hak,” cetus Pria itu. “Hak Saya dijamin UU Pers, kalau Hak Abang apa ?,” tanya Kru Awak Media tersebut.

Pria itu sempat terdiam sejenak, hingga akhirnya Persidangan pun selesai, dan ditunda hingga Pekan Depan dengan Agenda Jawaban dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rahmi Shafrina.

Usai Persidangan, Terdakwa bersama Sejumlah Keluarganya, langsung buru-buru meninggalkan Gedung PN Medan.

Kepada Wartawan, JPU, Rahmi Shafrina membenarkan, bahwa Majelis Hakim mengeluarkan Penetapan untuk Mengalihkan Status Terdakwa Siska menjadi Tahanan Kota. Pada Persidangan Pekan Lalu, Ketua Majelis Hakim yang mengadili Perkara tersebut didampingi Hakim Anggota, Jarihat Simarmata, dan Syafril Pardamean Batubara.

“Penetapan Pengalihan Status Tahanan dikeluarkan Pekan Lalu. Alasan Pengalihan tersebut, karena Terdakwa sedang sakit,” kata JPU, Rahmi.

Dalam Dakwaan JPU, Rahmi Shafrina, pada Tahun 2016 yang silam, Siska sering bercerita kepada Rudi tentang Hal Gaib yakni bahwa Kakek Buyutnya menikah dengan Ratu Pantai Selatan.

Karena masih ada keturunan Ratu Pantai Selatan yang disebutnya Uti, Siska mengaku memiliki Indra Keenam (Indigo), dan dapat melihat hal-hal gaib kepada Rudi.

Pada Bulan Februari 2017 lalu, Siska menyampaikan, bahwa Rudi sedang diincar oleh KPK untuk menjadi Target OTT.

“Kesalahannya apa saya? Coba bacakan kalau jin itu bisa ngelihat enam item kesalahan saya itu,” tanya Rudi.

Beberapa hari kemudian, Rudi diajak bertemu oleh Siska di Hotel Four Point Jalan Gatot Subroto Medan. Di situ, Siska menyampaikan, bahwa Ratu Pantai Selatan ingin bertemu dengan Rudi. Lalu, Rudi masuk ke Kamar Hotel, Berdua dengan Siska untuk melakukan Ritual.

“Tiba-tiba, Siska tersentak, dan membuka Matanya, dan berkata dengan logat Jawa ‘Ini Aku, Uti. Apa kabar Di ?’. Korban menjawab ‘Iya Uti, sehat’. Lalu, Siska yang seolah-olah kerasukan berkata ‘Hati-hati kamu, memang kamu lagi diincar’.

Korban bertanya ‘Bagaimana supaya aman ?’. Siska menjawab ‘Nanti Kutanya sama Kuyutnya. Dia punya Jin-jin yang bisa bantu’. Tidak berapa lama, Siska tersentak, dan tertidur seperti pingsan,” terang Rahmi.

Beberapa hari kemudian, Siska menghubungi Rudi, dan berkata, bahwa Jin-jin Anak Buahnya bisa menyelesaikan permasalahan tersebut. Tapi Syaratnya, harus ada Bayi Merah Baru Lahir yang dijadikan Tumbal. Namun, Rudi bingung kemana harus dicari Tumbal tersebut.

Selang beberapa hari kemudian, Siska kembali menghubungi Rudi, dan mengatakan Tumbal bisa diganti dengan Ayam Hitam yang bisa dibeli di Tanjung Morawa. Siska menyebutkan, bahwa Harga Ayam Hitam tersebut, Sebesar Rp 7 Juta Per-Ekornya.

“Korban diminta untuk mengirimkan Uang melalui Rekening Bank BCA, Milik Halim Wijaya yang merupakan Teman Baik Siska,” ungkap JPU.

Seminggu kemudian, Siska kembali menghubungi Rudi, dan menyatakan akan ada Tiga Orang Lagi yang datang. Rudi kembali diminta untuk mengirimkan Sejumlah Uang, dengan alasan guna membeli Ayam Hitam. Dengan tujuan yang sama yaitu untuk Ritual Jin yang akan mencegah Kedatangan KPK.

Beberapa Minggu Kemudian, Korban kembali digerogoti untuk mengirimkan Sejumlah Uang ke Rekening Milik Siska.

“Dalam Urusan Ritual itu, Siska selalu meminta Sejumlah Uang kepada Rudi hingga 10 kali. Sampai pada Maret 2018 yang silam, Siska juga meminta Rudi untuk mengirimkan Sejumlah Uang dengan Alasan yang sama,” ujar Rahmi.

Karena kehabisan Uang, akhirnya Rudi menjual Satu Unit Mobil Miliknya, Jenis Toyota Land Cruiser, No. Pol. BK 1000 GI, Warna Hitam, dengan Harga Rp 800 Juta. Sebelumnya, Rudi juga sudah meminjam Uang, Sebesar Rp. 1.300.000.000, dengan Jaminan BPKB Mobil.

Uang tersebut kembali dikirim ke Rekening Milik Siska, dan Halim. Sekitar Bulan Mei 2018 yang silam, Rudi mulai merasa ada yang kurang nyaman dengan dirinya. Lalu, Rudi menemui Alim Ulama, dan mengungkapkan tentang masalah yang dialaminya. Setelah mendengar Curahan Permasalahan yang dialami Rudi, Alim Ulama tersebut berpandangan, bahwa Rudi seakan terhipnotis, begitu mudahnya dibodohi dan ditipu.

Dengan sikap masih bernuansa kekeluargaan, Rudi mencoba meminta kepada Siska, agar ada niat baik untuk mengembalikan uang yang telah ditagih Siska. Namun, sikap Siska diluar dugaan, malah marah sembari mengungkapkan berbagai alasan, bahwa selama ini dia telah membantu Rudi.

Pada Agustus 2019 yang silam, Siska memblokir telpon Rudi. Karena tindakan yang dilakukan sudah diluar batas kesabaran, akhirnya Rudi melaporkan perbuatan Siska ke Pihak Kepolisian.

“Dari perbuatan Siska, dan Halim Wijaya tersebut, Rudi Hartono mengalami Kerugian ysng cukup besar, senilai kurang lebih Rp. 4.022.650.000,” sebut Rahmi.

(William/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *