Warga Pardomuan Bandar Dibohongi Pangulu Akan Penyaluran Dana BLT Tahun 2020, Dan Pembangunan Jalan Telah Berjalan, Itu Fiktif

Simalungun, Infobanua.co.id – Sudah Warga Masyarakat risau dimasa Pandemi Covid-19 ini, kemudian terjadi pula Kisruh saat Pelaksanaan Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Dampak Covid-19, dan Pembohongan Publik akan adanya Pembangunan Dana Desa terlaksana di Tahun 2020, di Nagori (Desa) Pardomuan Bandar, Kecamatan Silou Kahean, Kabupaten Simalungun Sumut.

Tampaknya Aksi Peranan lihai yang dipertontonkan oleh Pangulu Nagori Pardomuan Bandar, Kecamatan Silou Kahean, Kabupaten Simalungun itu, akan bergulir indah ke Pengadilan, sebab menurut Perwakilan Warga Masyarakat yang mengikuti Pertemuan Audensi di Kantor Kecamatan Silou Kahean, Selasa 16 Maret 2021 lalu, merasa tidak puas, dan terang-terangan telah membohongi Warga Masyarakat, dengan jawaban yang disampaikan oleh Pangulu Nagori Pardomuan Bandar, Julfikar Purba, dan Camat Silou Kahean, Jansimeon Sipayung,  S.Pd.

Menurut Warga, bila Pihak Pemerintah Desa tidak relevan, dan transparan menyelesaikan permasalahan yang diduga diperankan lihai oleh Pangulu itu, Warga Masyarakat akan meneruskan Permasalahan ini ke Ranah Hukum.

Dalam Acara Pertemuan Audensi tersebut, Warga meminta Penjelasan yang transparan, akurat sesuai fakta dan data yang ada, serta tidak berbelit-belit terhadap Pangulu Nagori, terkait adanya Perbedaan Jawaban Pengakuan Pangulu yang sudah terpublikasi di Media Online sebelumnya, dengan fakta nyata kebenaran pelaksanaannya yang terjadi dilapangan, dimana Pernyataan dalam Pemberitaan Media sebelumnya, menurut Pangulu telah membeberkan, dan menyatakan secara lugas, bahwa Pembagian Dana BLT yang sudah cair tersebut telah disalurkannya secara terbuka, dan transparan keseluruhannya kepada Warga yang ada pada Daftar Data KK yang telah ditetapkan sebagai Penerima, Selama 9 Bulan di Tahun 2020, dan mengakui bahwa sudah melakukan pelaksanaan Pembangunan Fisik. Seluruhnya, sebut Pangulu bahwa sudah terlaksana tepat sasaran, sesuai Rencana Program Kerja yang dicanangkannya.

Sementara itu dari Pengakuan Warga, mereka belum menerimanya secara keseluruhan, hanya menerima Dana BLT tersebut masing-masing, Sebesar Rp. 600.000 saja, untuk Bulan April, Mei, Juni Tahun 2020, dan Rp 900.000 di Akhir Bulan Desember 2020.  Sementara Pembangunan Fisik Pembukaan Jalan di Dusun Bandar Silou, seperti yang telah disebutkan oleh Pangulu itu, menurut Warga tidak ada Bukti Fisik Pembangunan tersebut, atau fiktif.

Dalam Pertemuan Audensi tersebut, Warga bermohon, agar Dana BLT, Tahun 2020 disalurkan kembali, serta menuntut Pangulu, untuk segera menunjukkan dimana sebenarnya Pembangunan Jalan yang sudah berjalan, yang dimaksudkannya.

Sementara itu Julfikar Purba, Pangulu Nagori Pardomuan Bandar menjelaskan, bahwa Pembagian Dana BLT tidak dapat dilaksanakan lagi sebab Dananya sudah tidak mencukupi lagi untuk dibagikan. Menurutnya Pembagian Dana BLT itu, Warga hanya menerima Rp. 600.000 saja untuk Bulan Maret, April, dan Mei 2020, dan diberikan masing-masing Rp. 300.000 untuk Bulan Juni, Juli, dan Agustus 2020, yang pembayarannya sekaligus dibagikan diakhir Bulan Desember 2020 lalu. Menurut Pengakuan Pangulu, bahwa Dana BLT tersebut baru cair di Bulan Desember 2020, dengan Jumlah Warga Penerima BLT, Sebanyak 124 KK, dan tidak sesuai dari Daftar Data Jumlah KK Penerima yang sudah ditetapkan Pihak Pemerintah Desa sebelumnya.

Lebih lanjut Julfikar menyebutkan untuk Bulan Oktober, November, dan Desember 2020, Penerima BLT tersebut tinggal 22 KK saja, dan Pangulu selalu menyatakan, sebab Dana BLT nya tidak mencukupi lagi.Penjelasan yang mengada-ada, dan diduga ada Penyelewengan dalam Penyaluran Dana BLT tersebut, atau ada dugaan Pangulu telah melakukan Korupsi, sebab bukan dilaksanakan dengan transparansi, dan jelas.

Sementara untuk Bangunan Fisik yang disebutkannya untuk Pembukaan Jalan, Julfikar mengaku Belum Melaksanakan Pembangunannya, dan siap kembali untuk membangunkannya.

Mendengar Penjelaaan Pangulu, Rosman Purba Tambak, Perwakilan Warga merasa sangat kecewa, dan dirasakan Pangulu telah melakukan Pembodohan Publik, Berkata Bohong kepada Warga Masyarakatnya.

“Miris rasanya mendengar Pengakuan Pangulu ini. Sebelumnya Pangulu mengatakan Pembangunan Fisik Dana Desa sudah dilaksanakan, sekarang mengaku belum ada Pembangunan. Penyaluran Dana BLT juga masih dipertanyakan, dan yang terakhir Pos Pembagian Penggunaan Dana Desa pun tidak dapat dijelaskan Pangulu secara jelas, dan akurat penggunaannya,” ucap Rosman Purba.

Melihat Kinerja yang nyata-nyata telah melakukan Pembohongan Publik, dan diduga ada unsur Korupsi yang ditutup-tutupi, yang dilakukan Pangulu, menurut Rosman Purba bersama Warga Pardomuan  Bandar berencana, akan membawa Kasus tersebu ke Jalur Hukum.

Hingga berita ini diturunkan Pangulu (Kepala Desa) Nagori (Desa) Bandar tidak dapat dikonfirmasi .

(AG-William/Red)