Penghuni Lama Masih Betah, Suriansyah Halim Ajukan Permohonan Eksekusi Bangunan Lelang

  • Whatsapp

Palangka Raya, Infobanua.co.id- Suriansyah Halim sebagai kuasa hukum dari Daniel Tanujaya selaku pemohon yang merupakan pemenang lelang dan pemilik dari bangunan yang terletak di jalan Garuda / Camar 1 Kelurahan Palangka,Kecamatan Jekan Raya Palangka Raya Kalimantan Tengah, melakukan pendampingan terhadap pihak Pengadilan Negeri Palangka Raya dalam pelaksanaan Constatering (pencocokan) objek bangunan yang akan dilakukan
eksekusi dalam waktu dekat,Jumat (19/03/2021)

Bangunan berupa Ruko (Rumah Toko) bertingkat yang berdiri di atas tanah seluas 120 m² dengan nomor sertifikat SHM 15.613 yang awalnya adalah milik Muhammad Tasnin sebagai termohon ini dilakukan pelelangan oleh pihak Bank Mandiri karena termohon tidak mampu menyelesaikan tunggakan kredit macet di Bank Mandiri.Proses pelelangan dilaksanakan melewati prosedur serta sepengetahuan dari termohon yang di fasilitasi oleh kantor KPKNL yang pada akhirnya dimenangkan oleh Klien kami Daniel Tanujaya pada bulan September 2017,dengan nilai lelang Rp.830.000.000,-

“Saya mendapatkan kuasa untuk menjadi kuasa hukum klien Daniel pada bulan Oktober 2020 dan permohonan baru dilaksanakan pada bulan November ditahun yang sama,karena kemarin terkait dengan adanya pandemi Covid -19 maka proses eksekusi objek menjadi tertunda dan baru bisa dilaksanakan di bulan Maret 2021,jadi tertundanya selama 4 bulan ,” jelas Halim.

Lebih lanjut Halim mengatakan bahwa kliennya hanya menginginkan bangunan Ruko tersebut dapat segera dikosongkan.
“Mudah-mudahan bulan ini atau paling lambat bulan depan sudah dapat dilakukan eksekusi,kami berharap pihak termohon dapat segera mengosongkan secara sadar,dan tadi pada saat pelaksanaan pencocokan objek sudah ada pesan dari panitera pengganti PN untuk termohon dapat mengosongkan sendiri,tanpa ada paksaan,” lanjut Halim.

“Kalaupun tidak ada kesadaran dan iktikad baik dari pihak mereka termohon maka terpaksa kami melalui Pengadilan Negeri ,dikawal pihak Polresta Palangka Raya dan dibantu dari TNI untuk melakukan pengosongan secara paksa,karena klien kami sudah menunggu selama 3 tahun iktikad baik dari pihak termohon untuk melakukan pengosongan,” lanjutnya.

Dalam pelaksanaan Constatering tersebut turut dihadiri dan disaksikan oleh pihak pemohon,BPN,Kelurahan Palangka,Pengadilan Negeri,anggota Polresta Palangka Raya,dan pihak yang menyewa bangunan,tanpa dihadiri oleh pihak termohon dan pihak Bank Mandiri yang menganggap bahwa kepemilikan bangunan adalah mutlak milik Daniel sebagai pemenang lelang.

“Yang sangat disayangkan oleh klien kami karena termohon secara suka rela tidak mau meninggalkan bangunan,karena seharusnya ketika bangunan akan dilakukan pelelangan oleh pihak Bank Mandiri, bangunan seharusnya sudah dalam kondisi kosong,” tutup pemilik Kantor Advokad SHP ini.(Tha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *