Berawal Dari Surat Penjelajahan Nama,Pertamina Digugat,Rp 244,6 M Raib

  • Whatsapp
Foto Surat Penjelajahan Nama yang ditanda tangani kepala desa Ciranjang kabupaten Cianjur Deden Efendi.

Cianjur, Infobanua.co.id – Soal kasus Sengketa tanah yang meraibkan uang Rp.244,6 miliar milik Pertamina,berawal dari sebuah surat yang berjudul Surat Keterangan Penjelajahan Nama dengan nomor 1066/KS/XI/2002 yang ditanda tangani Kepala Desa Ciranjang Deden Efendi yang menjadi awal gugatan dalam kasus Sengketa tanah ini.

Surat yang menerangkan beberapa nama, yaitu A Supandi, RH Apandi, R Suhadi Sopandi, RD Suhady, HA Sopandi, RSH Sopandi, dan H Sopandi merupakan satu orang warga Ciranjang yang meninggal dunia pada 14 Mei 2000.

Menurut kepala desa Ciranjang Deden Efendi surat keterangan ini bisa digunakan ahli waris untuk pengurusan surat penting peninggalan atas nama-nama tersebut.

Klaim tersebut diperkuat dengan putusan Pengadilan Negeri Cianjur dengan mengeluarkan putusan No 128/Pdt.P/2019/Pn Cjr yang disahkan hakim Dicky Wahyudi Susanto pada 16 Oktober 2019.

Namun saat ini ahli waris atau anak dari Andi Supandi, Ari Ariana Supandi, melakukan gugatan dan sedang dalam proses sidang di PN Cianjur.

Ari Ariana Supandi tidak terima nama ayahnya dicatut dan dianggap sebagai RS Hadi Sopandi yang bermukim di Kampung Sukasari RT 03/07, Desa/Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur.

kuasa hukum Ari Ariana Supandi, Anne Choerunisa, mengatakan “berawalnya Kasus ini dari adanya ganti rugi tanah yang ada di Jalan Pemuda yang digunakan Pertamina. yang luasnya sekitar 1,6 hektare dengan nilai ganti rugi Rp244 miliar,” kata Anne Choerunisa, Kamis (18/03/2021).

Obyek tanah tersebut sama dengan yang di miliki oleh keluarga Klain kami,hal itulah
ahli waris Andi Supandi menggugat karena Andi Supandi dengan RS Hadi Sopandi merupakan dua orang berbeda.tuturnya

Untuk gugatannya dilakukan di Cianjur karena penetapan nama A Supandi dan Hadi Sopandi di lakukan di PN Cianjur.

“nah karena saat itu belum ada penggantian, kita menduga bahwa adanya campur tangan mafia tanah. Karena nama yang muncul saat itu ialah Hadi Sopandi”.terang Anne.

“Padahal, kedua orang itu berbeda. Andi Supandi orang Jakarta, sedangkan Hadi Sopandi orang Ciranjang. Andi Supandi dimakamkan di Sukabumi dan Hadi Sopandi di makamkan di Ciranjang,” ucap Anne.

Untuk gugatan dilayangkan kepada anak-anak Hadi Sopandi, yaitu Solihin, Ayi Solihah, Aliya Sohipah, dan Ali Sopyan. Keempat nama ini juga yang dilaporkan Pertamina karena diduga melakukan tindak pidana menggunakan surat palsu atau memberi keterangan palsu ke dalam akta autentik sehingga Pertamina kebobol an Rp244,6 miliar.jelas Anne.

Untuk kasus ini kemaren Sudah memasuki sidang keenam dengan Agenda sidang jawaban tergugat,majelis Hakim PN Cianjur kembali akan menjadwalkan sidang berikutnya Minggu depan dengan agenda sidang replik dari penggugat .papar Anne.

Selama proses persidangan pihaknya tidak mengetahui keberadaan ahli waris RS Sopandi karena selama persidangan selalu dan hanya diwakilkan pengacara mereka.

Rumah mendiang Hadi Sopandi di Ciranjang pun sudah tak berpenghuni.

“Sudah tidak ada jejaknya,” ungkap Anne.

Sementara itu ketua Tim kuasa hukum Ari Ariana Supandi (Ahli waris Andi Supandi) Inu Jazuli,SH. menambahkan bahwa pihaknya akan tetap pada gugatan yang ada,serta optimis kalau lahan itu milik klien kami sesuai dengan bukti bukti yang kita sampaikan dalam persidangan.

“Untuk keputusannya kita persilahkan hakim yang menilainya nanti,yang pasti kita optimis dengan didukung bukti-bukti yang ada”,tandas Inu.

Hasbi (Abie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *