Dugaan Pemalsuan Dokumen Oleh Mafia Tanah, Dirut Pertamina Diperiksa.

  • Whatsapp
Foto kantor PT Pertamina Persero.

Infobanua – Ditreskrimum Polda Metro Jaya tengah mengusut adanya dugaan pemalsuan dokumen dari praktek mafia tanah.hal tersebut dibuktikan dengan meminta keterangan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

“Guna mengusut adanya adanya dugaan pemalsuan dokumen dari praktik mafia tanah.pihaknya telah meminta keterangan Dirut Pertamina “ucap Kasubdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Dwiasi,Jum’at (19/03/2021).

Dirut Pertamina Nicke Widyawati dimintai keterangan oleh penyidik sekitar pukul 16.00 WIB di kantor Pertamina Patraland, Kuningan, pada Jumat (19/03/2021).

“Iya diperiksa hari ini dalam tahap klarifikasi penyelidikan,” ucap Dwiasi.

pemeriksaan terhadap direktur Pertamina itu sebenarnya sudah dijadwalkan sebelumnya. Namun, urung dilakukan pemeriksaan lantaran terbentur aturan PSBB Mikro di Jakarta.

Sementara itu, pengacara Pertamina, Harry Ardian seperti dilansir dari Media Indonesia menjelaskan bahwa dalam pertemuan itu penyidik ingin memastikan apakah pimpinan Pertamina betul-betul mengetahui perkara ini.

Penyidik ingin klarifikasi dari pimpinan pertamina mengenai pokok-pokok dalam pelaporan polisi tentang dugaan pemalsuan Oleh penggugat dalam perkara 127/pdt.G/2014/PN.Jkt.

Intinya apakah benar pimpinan mengetahui tentang LP tentang pemalsuan ini. yang meliputi dugaan pemalsuan surat surat tanah, rekayasa surat kuasa dan pemalsuan identitas,” papar Harry .

Faktanya para penggugat atau terlapor telah berhasil meyakinkan pengadilan dengan menggunakan dokumen-dokumen primer yang diduga palsu.

Akibatnya uang pertamina sebesar Rp244,6 Miliar di rekening BRI dieksekusi PN Jakpus yang mendapat delegasi dari PN Jaktim.

Kemungkinan besar uang itu telah diserahkan kepada para penggugat. Atas eksekusi tersebut Tim litigasi perdata Pertamina masih terus melakukan sidang perlawanan di PN Jaktim,” papar Harry.

Nicke mengatakan sebagai Dirut akan mempertahankan dan memperjuangkan hak-hak Pertamina sampai kapan pun.

“Harapan Ibu Nicke, tentunya para penyidik bisa segera menuntaskan kasus ini tanpa pandang bulu.

Yang kedua ia akan perjuangkan hak hak dan aset-aset Pertamina semakimal mungkin,” ujarnya.

Diketahui kasus ini berawal dari lahan 16.000m2 yang dikelola Pertamina sejak 1973 di antara Jalan Jati Rawamangun dan Jalan Jati Barang Raya, Kawasan Jalan Pemuda, Kelurahan Jatirawamangun, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.

Di atas lahan itu kini berdiri Maritime Training Center Pertamina (MTCP), Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBBG) Pertamina, dan Perumahan Pegawai Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Pada tahun 2014, Pertamina digugat oleh penggugat yang mengaku para ahli waris berinisial AS, yang diketahui merupakan orang dekat Teuku Markam.

Dalam gugatan tersebut Pertamina kembali kalah.Hasil penelusuran tim pengacara PT Pertamina mensinyalir ada sejumlah dugaan pemalsuan dokumen atau penggunaan dokumen palsu yang dilakukan pihak penggugat dari proses perdata tersebut.

Usai melaporkan dugaan tersebut, polisi saat ini masih terus menyelidiki dugaan dari pemalsuan dokumen.tentang penggunaan dokumen palsu tersebut pihak polisi saat ini masih terus menyelidiki dugaan dari pemalsuan dokumen tersebut.

“Yang masuk ke areal kita yang khusus aja maksudnya kita coba yang dilaporkan diduga palsu itu yang mana? Kalau memang itu benar diduga palsu baru kita cari siapa yang bikin,” tutur Direktur Reserse Kriminal Umum PMJ Kombes Tubagus Ade Hidayat.

Hasbi (Abie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *