PTM Dijenjang TK, Sampai SMP Kota Blitar Siap Dilaksanakan Senin Besuk

  • Whatsapp
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Samsul Hadi.

Blitar, Infobanua.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar, melalui Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar kembali akan menerapkan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai Senin 22 Maret 2021 besok pagi.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Samsul Hadi, mengatakan bahwa, kegiatan PTM dilakukan secara terbatas dan bertahap dengan menerapkan protokol kesehatan (protkes) secara ketat mulai pendidikan dijenjang TK, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta.

“Belum semua sekolah melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Samsul Hadi, Minggu 21-03-2021.

Menurut Samsul, bahwa sebanyak 58 Lembaga mulai TK, SD, dan SMP di Kota Blitar, siap mengikuti PTM. Dan spanduk bertuliskan kawasan wajib masker telah dipasang di pintu keluar dibeberapa sekolah untuk menyambut pelaksanaan PTM besuk.

“Untuk jenjang TK ada 15 lembaga, SD sebanyak 28 lembaga dari 63 lembaga, dan SMP ada 15 lembaga baik negeri maupun swasta,” jlentrehnya.

Masih menurut Samsul, bahwa pada prinsipnya semua sekolah sebenarnya sudah siap melaksanakan kegiatan PTM.

“Tapi, karena pelaksanaannya terbatas dan bertahap, maka kami mendahulukan sekolah yang paling siap,” tegas Samsul.

Lebih dalam Samsul menjelaskan bahwa, kegiatan PTM juga tidak diikuti oleh semua siswa.

Sementara, kegiatan PTM di jenjang SD hanya diikuti siswa kelas I dan kelas IV sedangkan kegiatan PTM untuk jenjang SMP sementara hanya diikuti siswa kelas VII.

“Pertimbangan kami memilih kelas I dan kelas IV untuk SD serta kelas VII untuk SMP, karena selama menjadi siswa baru belum pernah bertemu dengan Guru dan temannya. Ini sekaligus untuk pendekatan komunikasi dan penanaman pendidikan karakter,” ungkapnya.

Selanjutnya Samsul menerangkan bahwa, kegiatan PTM dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sedangkan jumlah siswa yang ikut kegiatan pembelajaran tatap muka maksimal 50 %.

Dengan durasi waktu belajar di sekolah juga dibatasi maksimal hanya empat jam tanpa istirahat.

“Ada pembagian waktu dan pembagian jumlah siswa yang ikut kegiatan PTM. Masalah itu nanti sekolah yang mengatur,” paparnya.

Akhirnya Samsu menerangkan jika setiap sekolah telah membentuk satgas untuk pengawasan protokol kesehatan saat kegiatan PTM berlangsung.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan kontrol dan evaluasi pada Minggu pertama pelaksanaan kegiatan PTM.

“Jika hasil evaluasi selama sepekan tidak ada masalah, nanti akan ditambah lagi dengan lembaga peserta kegiatan PTM,” pungkasnya. (Eko.B) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *