Dipanggilan ke Tiga PT AMR Baru Bisa Hadir di Disnaketrans Barsel

  • Whatsapp

Buntok, infobanua.co.id – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaketrans), Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), sudah tiga kali memanggil pihak perusahaan PT. Anugrah Mandiri Rafindo (AMR), dan baru dipanggilan ke tiga pihaknya bisa menghadiri panggilan tersebut untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lingkup perusahaan tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Disnaketrans Barsel Agus In’Yulius melalui Kabid Hubungan Industri dan Jamsostek, Alamsyah, SP mengatakan kepada wartawan, pada Selasa (23/3/2021).

Alamsyah menyampaikan, seperti diketahui sebelumnya karyawan dari PT. AMR ini yang bernama Amri Rafsanjani Abdi melakukan pengaduan ke Disnaketrans Barsel terkait berakhirnya masa kerja di perusahaan dari Tanggal 30 Desember 2020 lalu sampai saat ini belum diperpanjang, sebelumnya di Tahun 2019 kontrak kerjanya selalu diperpanjang.

“Yang dipermasalahkan Amri ini, kenapa dia sebagai warga lokal kontrak kerjanya tidak lanjutkan, sedangkan pekerja luar Daerah yang malah dilanjutkan kontarknya,” ucap Alamsyah

Lanjutnya, akan tetapi setelah kita melakukan verivikasi data di perusahaan tersebut, ternyata dari tujuh karyawan lokal PT. AMR ini lima diantaranya sudah berekhir masa kerjanya, sedangkan yang dua lagi diperpanjang kontarknya oleh pihak perusahaan.

“Terkait wilayah kerja verivikasi kemaren PT. AMR terjadi miskomonikasi saja dengan pihak Disnaketrans Kapuas, selanjutnya ke depan pihak perusahaan akan melaporkan masalah ketenagakerjaan ke pihak Disnaketrans Barsel secara keseluruhan,” katanya

Masih dikatakan Alamsyah, dan juga masalah kontrak kerja karyawan akan disahkan di Disnaketrans Barsel. Sedangkan untuk masalah karyawan yang bernama Amri itu memang berakhir dan tidak diperpanjang lagi oleh pihak PT. AMR, karena dimasa pendemi covid-19 pihak perusahaan mengurangi volome pekerjaan dan juga produksi batu bara mereka berkurang.

“Mau tidak mau salah satu langkah terbaik bagi perusahaan, agar perusahaan tetap aktif dan bisa bekerja, ya salah satunya penggurangan Sumber Daya Manusia (SDM) atau penggurangan karyawan,” beber Alamsyah.

Alamsyah menambahkan, kemungkinan kalau perusahaan sehat dan bisa beraktivitas seperti biasanya, karyawan yang tidak diperpanjangan masa kerjanya tadi akan ditarik kembali untuk bekerja di perusahaan di perusahaan tersebut.

 

Fan/IB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *